Instagram -->

cover

cover

Senin, 26 Juli 2021

2 Tahun

Hai, lama juga blog ini akhirnya terisi lagi. Padahal dulu semua kegalauan kucurahkan disini, sekarang nulis lagi cuma sekedar biar gak ganggu orang di timeline manapun, dan bisa lebih panjang dan bebas juga ngomongnya.

Sesuai judulnya, tulisan ini dibuat di tanggal 27 Juli ini, bertepatan dengan 2 tahun usia hubungan pernikahan kami, atau 12 tahun kalau dihitung sejak jaman pacaran. Dan for your information netizen, 2 tahun dari sekarang, pas di usia ke 28, maka udah 14 tahun kami telah bersama alias separuh hidupku dijalani dengan orang yang sama, istriku Ludy Claudia Hawa Saputri. Semoga masih ada umur panjang dan kesempatan untuk bisa merayakan dan melewati satu persatu "achievement" kami ke depan. Karena sebenarnya ini perjalanan panjang, dan sejak menikah sudah kami restart lagi semuanya. Semua kembali ke titik awal lagi, kembali mengenal diri masing masing lagi dengan cara berbeda, dan tentunya semua tahun yang akan kami lewati nantinya akan selalu menjadi pondasi bagi keluarga kecil ini, yang nantinya akan tumbuh, bertambah dan berkembang. aamiin.

Kali ini aku menulis dengan kondisi jauh dari istriku, ya, keadaan yang memaksa demikian, it's okay, gak sekali dua kali kami mengalaminya. 2013-2019 kami terpisah jarak, dan alhamdulilah kami bertahan, dalam pasang surut, dalam suka duka, dan setiap pertemuan yang berharga itu -yang terasa singkat- selalu mengingatkanku: aku butuh wanita ini, butuh selalu berada di sisinya, butuh mengobrol, tertawa, menangis, semua hanya berdua. Itulah salah satu alasanku akhirnya mantap untuk memilih meminangnya dan menikah 2 tahun lalu. Semoga tulisan ini setidaknya terbaca dan bisa mengobati rindu kami, walau sedikit, walau mungkin berbeda nilainya jika dibandingkan pertemuan itu sendiri. Sekarang ijinkan aku sementara mengesampingkan dulu perkara LDR atau LDM ini, menulis dengan disertai rindu hanya akan membuatku berhenti di tengah paragraf hanya untuk menghela nafas berat dan menatap kosong layar laptop ini. Speechless dan kosong. Anggaplah ini seperti obrolan lepas sebelum kita tidur seperti biasanya, disaat aku curhat betapa capeknya kerjaku, betapa kesal aku pada orang orang disekitarku, atau betapa bahagianya pengalaman yang ku dapat hari itu, anggaplah seperti itu.

27 Juli

Istriku, Ludy Claudia Hawa Saputri. 

Hehe istri kataku 😄 kita masih malu malu gak sih sekarang mendengar kata ini, setengah gak percaya kita ada di tahap ini sekarang, rasanya baru kemarin kita bertemu di depan pagar SMA 2 itu, kamu menyapaku yang canggung dan gak ada keberanian buat menyapa duluan, menanyakan apa aku pulang sendirian. Ya nggak lah sayang, aku yang cupu waktu itu sebenarnya mau mengajakmu pulang, karena bisa jadi di hari itulah mungkin apa yang kurasakan sebagai rasa suka itu mulai muncul. Kelak diriku di masa itu gak akan menyesali keputusanku setelahnya, yang aku pikirkan sembari berjalan denganmu, termasuk ketika menatapmu di kelas, di paskibra, di kantin sekolah, atau di tiap kesempatan ketika mataku mengenali ada dirimu disana.

"12 tahun dari waktu itu terasa cepat", ah, sekarang aja kita bisa merasa seperti itu ya kan? 😌 Kalau bicara dari momen yang ada, terasa pelan ketika jaman SMA, seperti tiap hari di sekolah ada kisahnya sendiri, dan kita menikmati itu, baik ketika perjalanan kaki di gang garuda yang kadang terasa sangat singkat dihabiskan dengan mengobrol saja, hingga di 11 km perjalanan dari sekolah ke rumahmu ketika akhirnya bisa mengantarmu pulang dengan motor pinjaman dari bapak. setiap hari kita mulai mengenal diri kita masing masing dan pasangan kita, belajar dari hal yang benar benar basic, sampai akhirnya kita merasa sudah tahu satu sama lain. Apakah setelah menikah kita sudah tahu semuanya? Nggak juga ya kan? 😂 Kita seperti balik ke masa itu lagi, embel embel pacaran 10 tahun seakan cuma hitungan angka, kamu baru tau aku yang biasanya jaim ini bisa jadi seperti apa -keep it secret, just for us, okay? 😉 Hihi, aku merasa kita ini lucu, semua orang mengira kita udah terbiasa karena 10 tahun pacaran, ternyata waktu akad pun masih semalu dan secanggung itu menatap satu sama lain, berfoto berdua di depan fotografer untuk koleksi foto pernikahan pun macam anak 15 tahunan yang baru mengenal namanya pacaran, aku yang tegang ketika berjalan ke atas koade pernikahan kita waktu itu, bisa sedikit cair dan rileks karena tanganmu yang menggenggam ku, yang berjalan di sisiku. Istriku, dari situlah aku merasa bersyukur, karena Allah masih memberi kita nikmatnya pernikahan itu sendiri, sesuatu yang dulu sempat kutakutkan akan terasa biasa saja karena merasa sudah lama bersama, ternyata diberi kesempatan untuk mengenalmu lagi dari awal, dan merasakan rasa cinta itu sedikit sedikit lagi. Sesuatu yang berharga lebih enak jika dinikmati pelan pelan kan?

Istriku, akhirnya setelah hubungan ini resmi berganti dari status pacaran ke menikah -omg it's real 😆- dari yang tadinya cuma sekedar status karangan "anak anak" di Facebook, jadi tercantum secara resmi di buku nikah, di kartu keluarga, kita berdua berada di satu KK, artinya kita gak lagi menjalin hubungan sederhana yang hanya berpikir "besok jalan jalan berdua kemana? besok makan berdua dimana? besok sekolah pulang jam berapa?" Semua akhirnya menjadi kompleks, karena keluarga kecil kita terhubung juga dengan keluarga besar masing masing, juga terhubung dengan keluarga keluarga kecil lain di sekitar kita. Dan tanggung jawabku, yang kini sebagai suami sekaligus kepala keluarga, sekaligus juga calon ayah dari anak anak kita, juga makin banyak, gak terbatas hanya memastikan nafkah untukmu cukup, tapi juga memastikan dirimu bahagia, berkecukupan, dan nyaman, terlebih ada juga kewajiban penting untuk membimbingmu, dalam kehidupan, dalam ibadah dan agama, serta banyak hal lainnya. Semua terasa berat memang, dan aku bukan orang yang pandai dan sempurna untuk melakukan itu sendiri, tapi pelan pelan aku yakin selama kita berada di jalan yang benar bagi kita, Insya Allah kita pasti bisa melakukannya bersama, just like our good old days, hehe.

Istriku, dibalik semua perjalanan kita yang terlihat indah diluar sana, di benak mereka yang gak tahu susah payahnya kita mempertahankan hubungan ini, tersimpan juga perjuangan kita berdua. hubungan ini bisa bertahan karena usaha yang tak kenal lelah dari kita berdua untuk membuang ego, saling berkompromi dengan keegoisan masing masing. Lebih lebih bagi dirimu yang mesti berhadapan dengan laki laki egois, keras, dan kaku seperti aku ini, aku tahu itu gak mudah bagimu yang terbiasa hidup damai sebelumnya, aku yang tiba tiba datang di hidupmu dan kemudian menjadi seenaknya sendiri, karena merasa kamu milikku seorang saja, padahal nggak, kamu juga punya hak untuk melakukan apapun semaumu, termasuk dengan keluargamu, dulu aku terkadang merasa terlalu mencampuri itu semua, aku minta maaf. Sekarang pun sebagai suami, yang gampang lelah ini, dengan tangan lemahku, dan tenaga yang gak cukup kuat untuk menggendongmu, pastinya selalu merepotkanmu setiap saat, dengan kesibukan di pekerjaan yang kadang membuatku meninggalkanmu, bahkan hingga 15 hari di rumah sendiri, dari semua kekhilafan dan kesalahan kesalahanku selama 2 tahun ini, aku minta maaf. Terbukti aku masih perlu banyak belajar, perlu banyak penyesuaian dari kebiasaan sebelum menikah, aku janji akan berusaha jadi lebih baik lagi ke depannya. Tapi, sekali lagi dari kesekian kalinya, tolong terus bantu aku dengan mengingatkanku ya? 🙏

Istriku, aku berharap pertemuan itu segera terwujud, aku gak sabar melihat senyummu, pipi tembem itu, membelai rambutmu dan duduk berdua mengobrol tanpa jarak yang memisahkan kita dan banyak waktu untuk kita habiskan berdua.

Dan mungkin aku belum mengumumkannya secara resmi pada netizen, tapi beberapa teman dan orang di kantor ku disini sudah tahu seharusnya, gak lama lagi Insya Allah bertambah satu orang anggota keluarga kita! Alhamdulillah 🙏🙏 banyak banyak bersyukur akhirnya diberi Allah kepercayaan untuk menjadi calon orang tua, terlebih jika melihat hampir 2 tahun kita berjuang dalam kesedihan, insecure, setiap usaha dan doa itu akhirnya terkabul juga. Bisa dibilang setelah 2019 yang ceria dan bahagia, kita dihajar di 2020 melalui pandemi ini, pun di 2021 kita sempat penuh kekhawatiran dan hanya bisa saling menguatkan satu sama lain. Dan akhirnya perjuangan kita terbayar kini, Alhamdulillah. Usaha kita masih panjang untuk calon baby kita ini, masih ada bulan bulan ke depan, aku berdoa dirimu dan bayi kita sehat selalu, gak sabar untuk bisa melihat dan menggendong bayi kita, tapi untuk sekarang, yang terpenting adalah kesehatan dirimu dan dia, itu yang mahal harganya dan sedang kupersiapkan dengan baik meskipun terhalang jarak.

Istriku, aku gak mau berbicara panjang lebar soal jarak ini, lagipula aku yakin kita kuat menjalaninya, aku lebih tertarik berbicara mengenai perjalanan yang sudah kita lalui 2 tahun ini. Banyak tempat baru yang kita kunjungi, dirimu yang baru kali ini merasakan perjalanan jauh, dan berada jauh dari rumah dan kota kelahiranmu. Aku minta maaf ya dirimu jadi harus mendampingiku sampai kesini, sebuah pilihan yang gak mudah bagimu untuk meninggalkan orangtua mu demi baktimu padaku, seperti halnya aku yang bekerja disini demi bakti pada negeri -yang kini kurasakan mulai menjadi omong kosong akibat ulah mereka yang mempunyai wewenang- aku tahu itu berat berada jauh dari keluarga, karenanya sekali lagi aku minta maaf. Tapi dibalik itu, semoga suasana baru dan tempat tempat baru yang telah kita kunjungi selama ini, sedikit menghiburmu, momen momen itu masih terekam di folder foto kita, biasanya aku lihat lagi ketika bosan, sambil tersenyum, mengingat momen indah kita di tempat itu.

Ah aku rindu honeymoon lagi, setelah pandemi ini berakhir dan baby kita sudah cukup kuat, yuk kita jalan jalan lagi, aku pingin sejak kecil anak kita bisa merasakan bahagia dari momen momen perjalanan, sebagaimana kita yang selalu menikmati itu berdua selama ini, perjalanan juga satu hal yang ku pelajari selama disini, bahwa rindu itu akan selalu bermuara pada satu tempat, ujung dari jarak yang memisahkan, dan perjalanan adalah sayap kita untuk mencapai muara itu.

Well, terlalu banyak jadinya kalau berandai andai seperti itu.

Istriku, aku gak akan berhenti untuk berdoa yang terbaik bagi kita berdua. semoga hubungan ini senantiasa terjaga dan diberikan keberkahan oleh Allah SWT, selalu penuh cinta dan kasih sayang yang gak akan habis, tapi terus tumbuh dan berganti menjadi lebih dan lebih baik lagi setiap saat. Semoga kita diberi izin olehNya untuk terus menjalani hubungan ini bersama, dan semoga kita berdua diberi kekuatan untuk saling menjaga dan mendampingi satu sama lain. Aamiin 🙏

Terakhir, dari tulisanku yang mulai kepanjangan ini, selamat ulang tahun pernikahan yang kedua 😊 yang meskipun sederhana sekali, berbeda dari sebelumnya, namun penuh makna untuk kita renungkan berdua, ini baru awal untuk pernikahan kita, ibaratnya kita sebagai bayi yang baru mau belajar berjalan, banyak hal lagi yang masih perlu kita pelajari, banyak tantangan yang belum kita hadapi, tapi aku percaya kita kuat, modal kita adalah hubungan ini yang sudah terjalin lama, dan pengalaman kita menjalani suka duka selama ini. Semoga kita mampu dan kuat menjalaninya, aamiin 🙏

"I hate myself when I'm away from you

I swear I'm sorry, please don't hate me too

And I don't know if my heart will make it through

I swear I'm sorry, please don't hate me too

Don't hate me, don't fail now

Hold on to hope

'Cause I'm yours, I'm coming home to you soon

'Cause the road is very worn, and it's begging me to come back to you"

(Secondhand Serenade - Distance)

I love you and I miss you to the most right now, see you soon, my wife ❤️


Jumat, 20 Oktober 2017

Lu siapa sih fik?

Hai..
haha udah cukup lama sejak postingan terakhir, sebelum liburan..
yah, bentar lagi mau UAS, dan sebelum UAS ini boleh kan ya galau dikit, istilahnya melepas penat-penat dulu terus dilanjut serius dan fokus sama UAS
sedikit alasan aja kenapa aku tiba-tiba pingin nulis lgi, dan alasannya adalah gak ada, hanya karena suntuk dan sendiri aja makanya aku punya inspirasi. seperti itu selma ini haha
buat yang gak biasa sendirian, silahkan ketawa, buat yang merasa banyak teman silahkan deh anggap postinganku ini lelucon atau apa, karena kalian sebenarnya lebih beruntung dari aku dan selama ini kalian hanya lewat begitu saja tanpa peduli jika disekitar kalian ada orang-orang introvert yang secara refleks berusaha kalian hindari :)
pendek kata, lu siapa sih fik? sok sok an ngeblog, sok sok an galau
yang masih bilang ku galau, kalian itu bukan teman deketku, jadi mending diam :)
teman deketku pasti tau kalau aku sekarang gak lagi galau seperti dulu, aku hanya kesepian, dan wajar kalau ketika kesepian seseorang terkadang ingin berbagi apa yang mereka rasa dengan orang-orang lain sekedar untuk membuang sepi, atau setidaknya berbagi kesepian itu terlepas apakah orang lain peduli atau tidak
seperti aku, blog ku dibaca atau tidak, dihina atau dibuat lelucon, aku cuma bisa senyum kecil aja, ya karena baru punya niatan mau protes juga, dalam hati kecil gua udah bilang, lu siapa sih fik? pake protes segala sama keadaan? lu kan minoritas, LOL

haha udah deh, sekarang aku mau cerita tentang kisah ku beberapa waktu setelah vakum ini..
hmm dari mana yah,....
mungkin aku udah sempat cerita ya di postingan sebelumnya tentang karma dan sebagainya itu, yang jadi alasan kenapa aku sekarang seperti ini..
yah, semua itu memang ada kaitannya, tapi semua jelas berawal dari diriku sendiri, baik kesalahan yang aku perbuat, maupun bagaimana sifat dasar yang aku miliki sejak kecil
yaitu pemalu, gak tegaan, gak bisa tegas dan yang paling parah yaitu terlalu peka
haha bayanginsemua kombinasi mengerikan itu dimiliki oleh orang yang dalam dirinya itu punya niatan berteman dengan banyak orang, dan selalu jadi spectator alias senang mengamati pergerakan orang-orang disekitar
kebayang kan maksudku kayak gimana?
jadi aku tipe orang yang gak bisa memulai buat beradaptasi langsung dengan lingkungan baru lebih dulu, tetapi ketika semua udah mempunyai kelompok sendiri-sendiri, aku yang udah dari awal tersisih selalu mempunyai niatan untuk bergabung, tapi komunitas yang aku inginkan selalu mempunyai semacam filter untuk orang-orang seperti aku
itulah alasan aku sedikit teman, terlebihlagi secara penampilan aku gak menarik, jadi lebih banyak berkutat di kesendirian aja selama ini
paling parah adalah ketika aku SMP, waktu itu aku super cupu, minder dan sedikit anti sosial.
emang sih aku masih punya beberapa teman, dan satu orang sahabat, tapi diluar itu semua aku benar-benar sendiri, total..
maka ketika aku dan sahabat ku berpisah kelas, aku seperti "a super anti sosial nerd"
teman gak ada, gak bisa adaptasi dan beberapa teman di kelas justru membully aku, ah kalau ingat masa-masa itu haha suram
terkadang aku sering sembunyi di kamar mandi, hanya untuk menghabiskan waktu sendirian dan sepi selama jam istirahat, karena aku malas terlihat sendiri di kelas, dan aku tak seberuntung mantan teman-teman sekelasku yang udah punya kelompok atau komunitas masing-masing
dan aku lebih banyak diam, berusaha menarik perhatian kalau bersamateman-teman, dan mereka hanya akan tertawa dan  bilang kalau aku aneh. haha gak masalah dibilang aneh, asal ada reaksi dari mereka yangsedang berada di dekatku, sekedar memastikan bahwa diriku dianggap oleh mereka
yap, se parah itulah pemikiranku di masa SMP
dan semua itu mulai berubah di masa SMA, disaat aku masuk kelas XI, aku mendapat teman-teman baru yang mau menerima aku -meski mereka sendiri juga awalnya segan karena mengira aku orang yang sangat tertutup- dan aku berusaha beradaptasi dengan mereka, tak butuh banyak waktu hingga aku diterima di komuitas mereka,meski terksean sebagai beberapa kumpulan anak yang sedikit nakal, tapi itu tak masalah, lebih baik daripada lagi-lagi hanya menjadi anak baik yang tak punya teman
dan disitulah mulai muncul masalah, dan dari siapa lagi selain pacar, sebuah hal yang (bagiku saat itu) tidak bisa dijadikan satu dengan teman-temanku.
kenapa aku berpikir demikian? ya karena setiap aku mencoba menggabungkan mereka dalam satu event buat bisa berjalan sama-sama, selalu ada halangan baik dari lingkungan, penolakan dari beberapa temanku, sikap egois dari pacarku dan tentunya dari diriku sendiri yang pemalu
ya, malu untuk berpacaran di depan teman-temanku, malu buat terlihat membuat dunia sendiri bersama pacarku tanpa peduli lagi pada teman-temanku,dan tentunya malu karena diriku sendiri yang gak PD buat tampil di depan umum bersama pacarku
namun sayang sekali pacarku gak mengerti hal ini, dan justru kecewa karena menganggap aku malu dengan kekurangan yang dia miliki, dan merasa iri dengan teman-temannya yang PD ketika keluar bersama cowok atau ceweknya, yang terkadang aku merasa mereka terlalu memamerkan kemesraan di muka umum, apa aku harus seperti itu? apa aku harus mengabaikan temanku dan dengan santainya bermesraan dengannya di muka umum?
bagiku itu sebuah hal yang memalukan, dan aku takut itu membuat teman-temanku merasa risih atau segan untuk berteman denganku, terlalu ketakutan untuk kehilangan eksistensi pada komunitas yang aku miliki daripada kehilangan sebuah hubungan yang mengekang
dan itulah sejujurnya bebanku selama berpacaran lama dengan mantanku di SMA, tapi terlanjur lama dan berjalan berlarut-larut hingga membuatku nyaman dan lupa bahwa dia bisa meninggalkanku kapan saja
dan ketika mimpi buruk itu terjadi, terjadinya pun disaat yang tidak tepat, disaat aku di ligkungan yang benar-benar baru, teman-teman di komunitas yang baru dan baru awal perkuliahan pula
tiba-tiba dia pergi, aku shock tetapi gak punya teman dekat untuk berbagi kesedihan, gak ada yang peduli dan ketika aku mencoba menulis keluh kesah ku di blog, senior ku tahu dan seperti whistle blower, semua orang di sekitarku langsung saja memberi "sign" anak galauan pada ku, dan mungkin itulah alasan sampai sekarang aku masih saja susah beradaptasi disini
thanks to mantanku itu, aku menggalauinya hingga hampir 2 tahun, sampai aku tersadar ketika ibu ku tiada, yap terima kasih
aku sebenarnya sudah mencoba memulai sebuah kisah baru, berusaha membuang bayangan dia selama itu, dan berusaha membuka hati untuk orang-orang yang sekiranya bisa menyelamatkanku dari neraka yang bernama kesepian, namun satu-persatu gebetanku pergi, mereka menyerah bahkan sebelum berusaha untuk mencoba, karena mereka merasa aku hanya php, susah move on ataupun karena alasan lainnya. bagiku itu sebenarnya bukan masalah, tapi terkadang sakit juga karena orang-orang itu merasa tersakiti, membenciku tanpa tahu aku sebenarnya gak ada niatan buat menyakiti mereka, tapi semata hanya karena keadaan, kurangnya kesabaran dan karena mereka benar-benar tidak bisa memahami aku
oke aku egois karena hanya ingin dipahami, tapi keegoisanku berdasar, karena rasa tidak percaya ku akibat pengalaman-pengalaman buruk di masa lalu selama bersama mantanku
dan karena tidak menemui seseorang yang cocok itu, aku hanya bisa kembali berbagi suka duka dengan mantanku tadi, mengusir sepi, terlihat mesra di medsos padahal tanpa hubungan.
ya, aku hanya rindu mempunyai hubungan yang berjalan normal seperti 2 tahun awal pacaranku dengan mantanku ini, dan aku iri dengan teman-temanku yang lain yang terlihat bahagia dengan hubungan yang mereka jalani
karena itulah aku merasa PD begitu aja karena mengira mantanku tadi bisa berubah jadi lebih baik, namun sayangnya akhirnya banyak sekali fakta-fakta buruk tentangnya yang mulai terungkap, dan membuatku merasa perlu mejauhinya demi kebaikanku

Senin, 22 Juni 2015

Karma

Hai semua, akhirnya blog yang udah usang ini sukses aku re-make kemarin..
haha, ya gak ada yang beda-beda sih sebenarnya, cuma karena ini sekarang blog netral, maka aku hapus semua yang berkaitan dengan masa lalu ku, biar adil :)
yah, bisa dikatakan saat ini aku berbicara hanya dari sudut pandangku, tanpa adanya rasa khawatir itu bakal nyinggung mantan atau siapapun, just a word from my brain, jadi aku open aja sama kritik" yang mau dilontarkan siapapun, silahkan tulis di komentar di bawah :)

yaudah langsung aja ya..
ini sebuah pengakuan yang jujur dari aku dan semoga ini juga bisa jadi pelajaran buat kalian semua
aku cuma pingin menjelaskan bahwa setiap sesuatu yang kalian semua lakukan itu selalu ada balasannya, maka sebelum melakukan sesuatu pastikan kamu tahu resikonya, atau justru udah siap dengan balasannya
dan apa itu yang disebut karma, aku sendiri yang mengalaminya, dan percayalah, mungkin di awalnya kalian semua mengira ini terkesan cemen, seperti "apa sih? cowok kok galauan? cowok kok move on nya susah?" ya karena kalian semua orang-orang yang baik, aku percaya kalian gak bakal ngerasain apa yang aku rasain :)

aku akan mulai cerita dari awal pertama kali aku pacaran, dengan mantan ku yang pertama di SMP, difa..
ya, kala itu aku mulai merasakan jatuh cinta buat pertama kalinya ketika kelas 2 SMP, disaat aku se kelas dengan dirinya, meski cupu dan culun, tapi namanya jatuh cinta pertama kali ya..... indah-indah gimana gitu rasanya wkwk :p dan gak perlu diungkapin aja, cuma bisa memandangin dari jauh aja, ngerasain cinta secara diem-diem aja, aku udah ngerasa bahagia, sebuah hal konyol di masa-masa SMP ku, dan semua itu berlanjut sampai aku beranjak naik ke kelas 3, nah disini aku dan difa mulai berkomunikasi satu sama lkain via aplikasi chatting jadul macam mxit dan friendster (yang kini digantikan sama whatsapp dan facebook), semua berjalan lancar-lancar aja, aku senang bisa memposisikan diriku sebagai teman dekat difa, karena yah dia teman cewek yang paling dekat sama aku di SMP
tapi sebuah kesalahan bodoh aku lakukan, gak bisa menahan rasa cinta, aku malah mengungkapkan rasa cinta ku sama dia, dengan cara gak jelas lagi LOL
mulai dari situ semua terasa semakin bahagia dan sekaligus awkward, aku seorang anak cupu, sering di bully sama teman-teman ku yang berbadan besar di SMP ketika itu, berpacaran dengan difa, anak yang cukup populer di kalangan cowok-cowok SMP, dan yang aku ingat, wajahnya ketika itu manis banget wkwk (kalo sekarang mah udah kaya ibu-ibu LOL :p sorry dif hahaha)
awal pacaran semua terasa normal sih, difa paham aku itu cupu, dan paham aku baru pertama pacaran, sedangkan dia udah ada 2 mantan ketika itu
hal yang sering bikin aku malu adalah aku elalu gelagapan ketika ketemu dia, seringnya kakiku gemetar dan kalo tiba-tiba aja papasan gitu, deg-degnya udah terasa aja, hahaha lebay
yah itu lah cerita cupu ku pasa pacaran sama dia, tapi sayang gak lama sih, cuma 3,5 bulan aja
ya aku paham alasan dia ketika itu, gak perlu karena udah suka sama sahabatku pun aku udah sadar, gak mungkin juga dipaksain hubungan yang berat sebelah, orang-orag di sekitar kami hanya melihat hubungan kami dengan pandangan kasihan, yah kasihan difa cuma pacaran sama orang cupu, cowok nya aja gak pernah nganterin pulang, gak pernah nemenin pacaran di sekolah, dan paling parah, gak pernah tuh keliatan pacaran di sekolah, maka gampang sekali hubungan cupu ini tertiup angin..
inti penting yang aku pelajari dari hubunganku sama difa adalah, bahwa disaat itu lah aku pertama kali merasakan cinta, dan hanya itu yang selama ini aku rasakan sebagai cinta yang murni
aku gak munafik saat berbicara tentang hal ini, faktanya setelah kehilangan dia, alias putus dari difa, aku down banget dan kayak orang yang bertindak bodoh, alih-alih bisa move on dari difa dan bisa menjalani sisa semester akhir sekaligus ujian dengan slow, aku malah jadian lagi, kali ini dengan adik kelas aksel yang bernama belda, dan sampai sekarang, dialah orang termuda yang pernah pacaran sama aku (selama ini mantan ku selalu lebih tua dari aku -.-) gak ada hal yang spesial dari hubungan ku dengan belda yang berjalan kurang lebih 3 bulan kurang, selain mungkin aku jadi lebih bisa memahami gimana itu pacaran, mulai berani pacaran di sekolah,dan mulai bisa lebih dewasa lagi, gak lagi malu atau gemetaran kalau ketemu pacar, tapi yah bisa dibilang dia kala itu gak lebih dari pelarian karena susahnya aku move on dari difa
jahat kan aku? jelas..
tapi belda yang aku tahu ketika itu justru lebih bersikap dewasa, dan menunjukkan kalau dia baik-baik aja, dari semua itulah semua rentetan karma ku berawal, dan ketika itu pula aku mulai merasa menjauh dari arti rasa cinta yang sebenarnya

beranjak ke masa SMA, setelah aku lost contact dengan difa maupun belda, aku memulai masa SMA ku dengan cinlok pada teman sekelas ku di kelas 10, ludy, waktu awal aku suka, itu bukan karena aku sering merhatiin dia, tapi lebih karena aku diberitahu temanku kalau dia suka aku (yang ternyata sudah dikonfirmasi kalau itu cuma salah paham oleh ludy sendiri -.-)
dan berselang 1 minggu lebih setelah itu, aku jadian dengan ludy, di masa awalku SMA yang masih tetep cupu, meskipun udah sedikit banget yang ngebully aku disini
aku pacaran dengan perasaan yang masih ada di difa, setengah belum move on maksudnya, tapi karena aku suka ludy, dan hubungan awalku dengan ludy lancar tanpa gangguan, aku mulai ngerasa nyaman sama dia, padahal setelah tau fakta kalau dia lebih tua dari aku (dan ludy sendiri juga kaget pada awalnya), dan rasa trauma yang masih aku rasain pasca kegagalan ku di masa SMP, akusempat ragu bakal bertahan lama dengan dia, dan berpikir "ah sudahlah dijalani dulu aja, kalau lama ya alhamdulillah, kalau bentar ya gak apa, udah pernah ngerasain sebelumnya.." dan sepertinya ketika itu, karma ku dimulai, aku malah menjalani hubungan super lama hingga hampir 6 tahun!! (kalau kedekatan kami pasca putus dan jadi teman dekat hingga sekarang juga dihitung) aslinya hubungan kami udah resmi berakhir tanggal 23 september 2013 silam
tapi sebelum itu, aku ceritakan dulu gimana hubungan super lama ku dengan ludy
memang aku gak lagi ngerasain rasanya cinta yang murni, tapi inilah hubungan terbaik yang pernah aku jalani, dan perlahan aku berkembang hingga jadi seperti sekarang, dari yang awalnya masih pacaran ala anak SMP hingga udah bisa saling berpikir dewasa dan saling ngerti satu sama lain, aku pernah ngerasa cinta banget sama dia, meski ada beberapa hal yang hilang dari rasa cinta awal yang aku rasakan ke difa, tapi aku gak butuh waktu lama move on dari difa, dan malah dia sendiri yang kena karma setelah di PHP sama sahabatku
aku dan ludy menghabiskan waktu selama itu dengan banyak suka duka, pasang surut hubungan dan sempat putus nyambung juga, tapi rasanya bangga juga udah menjalani hubungan jangka panjang dan bisa saling jaga komitmen, setidaknya sampai hampir 3 tahun
masalah pelik hubungan kami -dan yang akhirnya memicu putusnya kami- ini dimulai ketika aku mulai bisa mempunyai teman cewek, apa sih spesialnya? gak ada, ya hanya teman cewek biasa, tapi sampai baper, aku yang awalnya gak pernah punya temen cewek yang deket selain difa dan sahabat masa kecilku, ruri, mulai ngerasa apa itu baper, dari awalnya cuma kenalan biasa, lama-lama dipancing dikit aja sama temanku itu, aku malah ke GRan dan ujung-ujungnya jadi suka, padahal waktu itu aku udah punya pacar ludy, paling gak ada dua orang lah yang paling parah deketnya sama aku, yaitu hesti dan juwita, mungkin ada beberapa teman dekat di kelas, tapi aku sama sekali gak pernah baper ke mereka, meskipun seringnya membuat konflik di hubunganku dengan ludy
yang paling parah tentunya dengan juwita, karena saat itu di tengah hubungan ku yang kacau, dan kami juga sempat break, datanglah juwita, dan aku malah jadi baper sama dia, sampai akhirnya suka, dan mungkin inilah karma yang aku dapat setelah ngecewain belda, ya, aku di kala itu sempat keluar bareng juwita dan sering sms an kayak orang yang udah deket banget, sempat sih aku mikir waktu itu buat putus aja dari ludy, karena aku merasa udah cukup juga terlalu lama pacaran sama dia, tapi kebimbangan yang ada ditambah akunya yg gak bisa tegas memilih membuat kecewa kedua pihak, aku memilih ludy ketika itu karena berpikir banyak hal, termasuk alasan bahwa aku udah terlanjur dekat dengan ludy dan keluarga nya..
si juwita jelas paling kecewa dengan keputusan ku itu, dan dia juga sempat menemui aku sambil menangis di hadapanku, tapi aku udah terlanjur memilih ketika itu dan mulai harus bersikap tegas, karena aku berharap ludy juga bakal bisa profeional degan menepati janjinya udah melupakan masalah ini
tapi karma berkata lain, ludy yang udah berjanji menepati janji nya untuk gak membahas masalah itu, justru menjadikannya senjata buat seringkali menyudutkan aku ketika timbul suatu masalah, seperti dikit-dikit bilang "iya lah kamu gak mau sama aku, aku kan jelek, gak kayak si juwita"
kalau aku ingat-ingat lagi, sebenarnya cukup lucu juga sih, aku gak pernah suka sama seseorang 100% dari fisik, iya suka tapi kalau pribadinya jelek, bagiku nol besar, dari difa aku suka dia karena selain cantik, pintar, tegas, dia juga baik sama orang lain. aku suka belda karena dia lebih kalem, ramah, tapi juga pintar dan ceria, sedangkan dengan ludy sendiri aku suka dia baru setelah kami menjalani hubungan, ibaratnya dari 0% hingga 100%, tetapi kemudian menurun lagi menjadi 50% ketika bersama juwita, tapi tetap, aku yang salah besar ketika itu, karena ludy hampir gak pernah berbuat salah selama 3 tahun kurang itu (sebelum insidenku dengan juwita) selain hal-hal kecil yang biasanya aku maafin, sedangkan aku, selain masalah kedekatanku dengan 2 orang tadi, aku juga seringkali marah-marah gak jelas, kurang bisa menghargai dia, selalu malu dan menolak tiap diajak pacaran di sekolah. suka seenaknya sendiri keluyuran sama teman-temanku dan masih ada beberapa lain yang aku samar-samar ingatnya
ya, aku yang awalnya polos dan lugu soal cinta, menjelma jadi semi playboy dan bad boy di saat yang bersamaan ketika itu
dan efek dari ulahku ini aku rasakan ketika mulai masuk kuliah dan memasuki tahun ke 4 hubunganku dengan ludy
kesibukan luar biasa ludy di kampusnya membuat waktu ketemuan ku dengan dia menjadi tipis, belum lagi ditambah banyak masalah karena kurangnya waktu kami kumpul berdua seperti dulu, dan tanpa aku sadari, akhir dari hubungan kami ternyata udah tergambar jelas
berawal dari aku yang kesal karena kami jarang ketemu (yang sebenarnya adalah karma karena dulu di SMA aku sering ninggal ludy buat keluyuran sama teman-temanku), dan aku mengancam bakal kuliah diluar kota, tapi hal itu gak digubris oleh ludy hingga aku benar-benar serius buat pindah kuliah di STAN sekarang ini, dan itu malah menimbulkan akhir bagi hubungan kami
dan yang terjadi selanjutnya adalah sebuah rentetan dari karma..
diawalai beberapa hari ketika aku sampai di jakarta, ludy bertanya apa aku kenal dengan kakak kelas bernama cesi
aku jawab nggak, siapa lagi itu pikirku, dan ngapain juga ditanya ke aku, udah tau aku dari dulu gak pernah kenal nama adik kelasa maupun kakak kelas wkwk
ternyata eh ternyata, si cesi ini ternyata suka sama ludy, dan nembak dia, dan ludy yang merasa kami sudah gak ada hubungan karena break, nerima gitu aja dengan awalnya bilang ke cesi sendiri kalo dia cuma pelarian
aneh kalo dipikir bahwa dua-duanya mau pacaran padahal selama ini se parah apapun masalah kami, ludy gak pernah lari begitu aja, dan malah bilang aku gak pacaran lagi sama dia ke si cesi sedangkan ludy sendiri belum lama break sama aku
aku langsung shock ketika itu, apalagi gak lama mereka pasang status jadian, what the hell? wkwk, aku masih ingat kata-kata ku di post yang udah aku hapus dulu "siapa sih orang udah gak sdar diri, gak sadar muka, ngerebut pacar orang?" dan aku minta penjelasan dari ludy yang dijawab dengan jawaban simple, "ya kan kita emang udah putus", padahal disaat itu lah aku merasa sayang banget sama ludy, dan sekaligus rindu karena terpisah jauh dari dia di tanah rantau
tapi nasi udah jadi bubur, dia udah jadi milik orang, aku yang gak terima udah kayak orang kalap aja, mulai dari perang tweet, marah-marah ke ludy, sampai depresi sendiri di kosan karena terus-terusan stalking, dan berujung dengan nulis postingan di blog yang isinya benar benar diluar etika dan kebiasaanku selama ini dalam menulis sehingga kini udah aku hilangkan agar gak "disturbing"
dan ditengah kegalauan yang udah akut banget, aku lagi-lagi bertindak bodoh, seperti ketika ditinggal oleh difa, yaitu jadian lagi dengan cewek satu kampus bernama rizki..
lagi-lagi bernasib sama seperti belda, dan yang membuatku makin terlihat jahat adalah, karena aku pacar pertamanya dan dia juga benar-benar sayang sama aku, hubunganku dengan kiko berlangsung sekitar 4 bulan, dan akhirnya putus karena aku masih belum bisa move on dari ludy
aku msih inget gimana ketika putus dari rizki, gimana terpuruknya dia ketika itu, mirip bange ketika aku putus dari difa, aku seperti lihat diriku sendiri yang kehilangan cinta pertama ketika SMP dulu
dan karma pun terjadi lagi
1 tahun lebih aku ngejar ludy lagi, dan gak dapat-dapat, ketika akhirnya dapat, aku mengetahui fakta menyakitkan yang diungkap sendiri oleh mantan pacarnya, cesi, secara gamblang, dan tenang tanpa rasa bersalah..
akhirnya aku merasakan year of pain, di tahun 2014, dan semakin lengkap derita ku ketika desember di tahun yang sama, ibu ku wafat, sebuah pukulan beruntun yang telak
di tahun yang sama pula, aku di php oleh gebetan ku, di tahun yang sama pula, aku sempat berantem sama sahabatku satu kos karena aku ngecewain teman dia yang dekat denagn aku, dan di tahun yang sama, aku dibohongi oleh ludy
ada banyak kisah di year of pain, beberapa udah pernah aku ungkap di postingan yang udah dihapus dan aku udah gak mau memperpanjangnya

intinya, jangan sepelekan karma
mungkin awalnya terasa manis bagimu, tapi perlahan itu akan memaksa mu membayar apa yang udah kamu perbuat
dan kini, aku yang sekarang, udah kehilangan banyak hal, udah membuang banyak waktu, udah menguras banyak air mata, karena apa? ya karena karma dari perbuatan ku sendiri
aku memang udah 100% move on, dan alhamdulillah berkat bantuan cerita pengakuan dari cesi (yang sampai sekarang aku masih tetap gak percaya) aku berhasil ikhlas
sekarang apa? mau memulai kisah baru?
haha, nggak, aku udah kapok :)
aku cuma pingin memantaskan diri dulu, aku pingin kembali jadi diriku semula, jauh sebelum aku merasakan cinta pertamaku, agar ketika aku bertemu seseorang lagi yang terbaik, aku bisa ngerasain jatuh cinta lagi, berdebar-debar dan gemetar lagi
aku rindu jatuh cinta seperti cinta pertamaku dulu
dan ketika aku mendapatkan seseorang yang setia, dan benar-benar menerimaku apa adanya seperti ludy, polos dan lugu namun penuh cinta yang masih tulus seperti rizki, bijak dan tenang menghadapi perangaiku seperti belda, dan sekaligus tegas dan dewasa seperti difa, aku bisa mempertahankan dia dalam hubungan yang sebenar-benarnya hubungan, hingga berlanjut ke pernikahan dan selamanya tetap bersama
dengan dia yang mencintaiku dan aku cintai :)

sekian
terima kasih sudah membaca
sorry for long post
here a small potato with a hole (o)
see you again in the next posting :)









Senin, 01 Desember 2014

Apa Allah mencintaiku?



APAKAH ALLAH MENCINTAIKU ?




Pertanyaan yang merayuku untuk intropeksi..

Kucoba membuka al-Qur'an..

Kudapati Allah mencintai orang-orang yang sabar..

Kulihat diriku..

Ah, betapa sedikitnya kesabaranku..




Kudapati Allah mencintai orang-orang yang berjihad..

Ku lihat diriku..
Amat lemah untuk melawan nafsuku..
Kurang kesungguhanku untuk selalu menaati-Nya..

Kudapati Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan (kebaikan)..
Apalagi ini..
Teramat jauh diriku dari derajat ihsan..

Hatiku gundah..

Tak ada tanda pada diriku bahwa Allah mencintaiku..
Kucoba kembali membaca al-Qur'an..

Kudapati Allah mencintai orang-orang yang suka bertaubat..

Aku segera merenung..
Mungkin ayat ini untukku dan yang sepertiku..

Segera lisanku berucap..

Astaghfirullah wa atuubu ilaihi..
Astaghfirullah wa atuubu ilaihi..
semoga ini membuat Allah mencintai diriku..

Ya Rabb..
Ampuni dosaku..


Sorce: Page FB , Mukjizat Sholat dan Doa

Jumat, 21 November 2014

Lembaga, Mahasiswa, dan Capacity Building

Lembaga, Mahasiswa dan Capacity Building

Hai pembaca sekalian, sudah lama sekali sejak terakhir saya posting di blog ini. Hampir 2 bulan kali ya. Oke kali ini saya gak akan mengangkat topik motivasi maupun tentang cerita saya, tapi tentang hal yang sedang hangat dibicarakan di kampus saya, STAN, yaitu capacity building. Ya.. sekali-kali lah nulis artikel, biar saya gak selalu diremehin sebagai blogger galau terus..

Oke, pertama akan saya  jelasin dulu apa itu capacity building, capacity building –biasaya disebut juga character building- adalah acara yang wajib bagi mahasiswa tingkat 1 yang diadakan sekitar pertengahan desember. Acara luar kampus ini ditujukan untuk membentuk karakter disiplin, hormat dan patuh peraturan, membentuk mental yang tangguh serta meningkatkan rasa kebersamaan diantara mahasiswa peserta capacity building. Hal yang lumrah mungkin bagi tiap kampus, misalnya di kampus lama saya, Politeknik Negeri Malang, dulu pernah diadakan kegiatan yang hampir serupa di Pusat pelatihan kejuruan Kodim Brawijaya, yang melatih pun sama-sama dari tentara seperti pada capacity building, bedanya acara tersebut dilakukan setelah ospek kampus dan durasi nya lebih lama, serta pelatih yang melatih kami berasal dari tentara biasa, bukan kopassus. Tapi disitulah saya merasakan banyak hal baik yang saya dapatkan, oke memang berat dan suntuk 1 minggu tanpa handphone, tanpa media apapun, hanya baris-berbaris, pelatihan fisik, dan banyak latihan mental juga kala itu, tapi efeknya sangat terasa di kampus, terlihat dari kekompakan kami dengan jurusan-jurusan lain sangat erat, meski tetap dalam kebanggaan jurusan masing-masing namun kami benar-benar merasa dekat sebagai satu kampus. Karena sama-sama susah bareng, sama-sama merasa senasib dan sendirian, sehingga mau tak mau kami harus saling membaur, dan disitulah akhirnya terbentuk sebuah ikatan yang menyatukan ego masing-masing dan mengubah dari mental-menatal anak SMA ke mental-mental anak kuliahan.

Capacity building telah diadakan hampir setahun lalu, pada bulan desember tahun 2013, sebagai rangkaian dari kegiatan setelah ujian tengah semester, saya dan mahasiswa kampus STAN yang lain mengikuti kegiatan capacity building yang berlokasi di bumi perkemahan cibubur. Kegiatan secara overall bagus dan saya cukup antusias mengikutinya, namun masih saya lihat kekurangan disana-sini karena faktor alam, kondisi geografis, kebersihan dan kurang sigapnya penyelenggara, oke no offense tentang hal ini, saya tetap salut akan kehadiran beberapa perwakilan dari lembaga untuk memantau dan tetap stand by bersama kami selama acara berlangsung. Dan saya akui memang pelatih dari kopassus sangat ahli dan paham betul bagaimana membentuk mental dan fisik kami. Yang jadi pertanyaan adalah, setelah acara itu selesai dan kami kembali ke kampus kami, kenapa efek dari acara itu tidak terlihat?

Dari sisi lembaga, mungkin melihat bahwa perubahan yang terjadi pada mahasiswa tidak terasa, atau malah tambah buruk, dari grup di media sosial maupun dengar-dengar dari perbincangan teman-teman, kelakuan mahasiswa di kampus ali wardhana sana memang memprihatinkan, saling tak sapa dan apatis, kurang tanggap dan peduli terhadap kebersihan kampus, merokok seenaknya, tidak hormat pada sekre maupun dosen pengajar, dan banyak hal lain yang menurut saya memang wajar jika lembaga geram pada mahasiswa yang katanya adalah calon abdi negara di bidang keuangan. Ini tah mahasiswa sekolah dinas yang terkenal itu? Seperti inikah kelakuan orang-orang yang telah diseleksi dari puluhan ribu pendaftar dari seluruh indonesia? Apa pantas berbangga dengan almamater jika tingkah laku mereka bahkan tidak bisa dicontoh oleh kampus-kampuslain yang begitu silau akan nama STAN?
pertanyaan kemudian muncul? Apa yang salah dari Capacity Building tahun kemarin sehingga mental yang baik dan teladan dari moral yang mengakar pada diri mahasiswa ini malah semakin berkurang? Malah saya sedikit kritis tentang hal ini, sebenarnya perlukah adanya Capacity Building ini?

Dari sudut pandang saya sebagai mahasiswa kampus Frans Seda, yang berkilometer jauhnya dari Kampus STAN Bintaro, memang tidak tahu-menahu apapun tentang kehidupan disana kecuali sedikit saja ketika sekali waktu berkunjung kesana, dan saya maklumi sangat sulit mengatur ribuan mahasiswa disana, jadwal dan ruang kelas aja masih semrawut katanya, wajar sebenarnya jika efek CB masih belum terasa, karena jumlah yang sebanyak itu ditambah kurangnya pendekatan pada mahasiswa menjadi faktor yang membuat sikap mahasiswa jadi seenaknya

Di Rawamangun, tiap hari sebelum masuk kuliah kami mengadakan apel, dan selalu menjalankan PUDD (Peraturan Urusan Dinas Dalam) seperti hormat-menghormati dan baris-berbaris setiap saat, meski tidak semua dari kami selalu patuh, namun secara umum kepatuhan di pusdiklat bea dan cukai ini selalu terjaga karena dari angkatan telah ada Kepatuhan Internal (KI) yang sigap menjaga dan tak segan menghukum mahasiswa yang terlambat, tidak ikut apel dan melanggar tata tertib. Sekre di pusdiklat saya akui juga sangat baik, dekat dengan kami dan peduli terhadap kelangsungan perkuliahan kami, terbukti ketika ada yang absen, maupun ada dari kami yang mendapat nilai dibawah standar, maka akan ada perhatian khusus dan diberi dorongan agar bisa mendapat nilai bagus di kesempatan selanjutnya, ini contoh kecil tapi nyata yang ada di kampus frans seda, pelatih di kampus ini sangat berpengalaman dan selalu menjadi teladan kami dalam setiap kata dan perilaku ala militer yang mereka terapkan. Saya juga sudah menghadapi Leadership Training selama hampir 1 semester pada masa awal perkuliahan saya disini, dan efek yang didapatkan dari kegiatan itu terlihat jelas dari diri kami masing-masing dalam satu angkatan.

Kini yang jadi pertanyaan adalah, bagaimana jika kalian mahasiswa bintaro ada di sisi kami? Kalian mengeluh tentang diadakannya CB, karena mengganggu waktu liburan kalian dan menurut kalian percuma, apa ada cara lain selain itu agar kalian mengerti apa yang diinginkan lembaga? Okelah tidak semua dari kalian yang bertindak seperti yang saya tuliskan diatas tadi, itu ulah oknum, tapi kenapa kalian tidak mengingatkan oknum-oknum tersebut? Asal kalian patuh, asal kalian hormat pada dosen dan sekre, saya rasa tidak ada alasan sama sekali bagi lembaga untuk mengadakan CB bagi tingkat 2. Ayolah, kita sama-sama pernah dinamika, kita sama-sama pernah CB, kami malah mengikuti ospek jurusan kami selama hampir 6 bulan, apa kalian sanggup jika disuruh seperti itu? Malah beberapa hari ini saya dengar keluhan dari teman saya disini, intinya seperti ini: “kalau ada gak enaknya aja kita diikutkan, tapi kalau ada acara-acara bagus kita dianaktirikan dan kurang diakomodasikan hanya karena masalah jarak”

jangan pahami kata-kata diatas karena kami iri atau apa, tapi kami sedikit merasa perlu kritis juga, entah mungkin hanya saya sebagai penulis yang terlalu membesar-besarkan atau dari kami sendiri memang merasa begitu, saya pun secara pribadi membenarkan pepatah bahwa “CB itu manis untuk dikenang, pahit untuk diulang”. Tapi dari yang saya dengar di kampus sana, jika seperti itu, maka perlulah ada CB, perlulah ada hal untuk mengubah mental dan semangat kita yang telah kendur

tapi apa selalu melalui CB?

apa selalu mahasiswa yang salah?

apa semua dari kita sebagai mahasiswa STAN, bersikap seperti yang dikatakan diatas?

saya tak punya kuasa dan hak apapun untuk protes, dan saya pikir itu tidak perlu, no offense to the other people, let’s change ourself..

saya menulis artikel singkat ini dengan tujuan membandingkan ospek saya di kampus lama dulu, ospek jurusan saya, dengan capacity building ini sendiri
dari situ saya tarik kesimpulan kecil bahwa bila ingin CB ini berjalan seperti yang diharapkan lembaga, maka perlu pemahaman dari diri masing-masing dari kita sebagai satu kesatuan mahasiswa STAN, seperti apa mahasiswa itu

kita beda dari kampus-kampus lain, kita beda dari jaman kita SMA, bukan saatnya lagi bagi kita untuk melanggar peraturan, ingat sistem DO di STAN, ingat status kita sebagai calon punggawa keuangan negara, ingat pula bahwa kita termasuk beruntung sekali berkuliah dibayari negara sedangkan teman-teman kita di kampus lain mesti membayar UKM dan uang masuk kuliah hingga ratusan juta demi kesempatan kerja yang belum tentu tercapai, sedangkan kita jika lulus dari sini Insya Allah akan jadi PNS kementerian keuangan

Semoga angkatan 2013  yang tersisa saat ini bisa lulus 100%, tidak ada lagi yang terkena DO, tidak ada lagi pelanggaran terhadap aturan kampus, sehingga tidak perlu lagi merasakan CB
dan semoga kebersamaan diantara angkatan kita tetap solid dan terjaga

soal kebersamaan kita solid dan bersatu, namun soal diri kita sebagai mahasiswa STAN, kita harus ridgid, kokoh dan kuat bagai pilar yang menopang nama almamater kita sebagai kampus yang disegani di tanah air
semoga artikel ini bermanfaat, no offense pada siapapun, dan saya sebagai penulis pribadi minta maaf bila ada salah kata..

kebenaran datangnya dari Allah semata, kesalahan datangnya dari saya pribadi..
Nantikan postingan artikel saya selanjutnya, semoga bermanfaat

Amin,..

Gambar

Gambar

._.

._.