Instagram -->

cover

cover

Senin, 26 Juli 2021

2 Tahun

Hai, lama juga blog ini akhirnya terisi lagi. Padahal dulu semua kegalauan kucurahkan disini, sekarang nulis lagi cuma sekedar biar gak ganggu orang di timeline manapun, dan bisa lebih panjang dan bebas juga ngomongnya.

Sesuai judulnya, tulisan ini dibuat di tanggal 27 Juli ini, bertepatan dengan 2 tahun usia hubungan pernikahan kami, atau 12 tahun kalau dihitung sejak jaman pacaran. Dan for your information netizen, 2 tahun dari sekarang, pas di usia ke 28, maka udah 14 tahun kami telah bersama alias separuh hidupku dijalani dengan orang yang sama, istriku Ludy Claudia Hawa Saputri. Semoga masih ada umur panjang dan kesempatan untuk bisa merayakan dan melewati satu persatu "achievement" kami ke depan. Karena sebenarnya ini perjalanan panjang, dan sejak menikah sudah kami restart lagi semuanya. Semua kembali ke titik awal lagi, kembali mengenal diri masing masing lagi dengan cara berbeda, dan tentunya semua tahun yang akan kami lewati nantinya akan selalu menjadi pondasi bagi keluarga kecil ini, yang nantinya akan tumbuh, bertambah dan berkembang. aamiin.

Kali ini aku menulis dengan kondisi jauh dari istriku, ya, keadaan yang memaksa demikian, it's okay, gak sekali dua kali kami mengalaminya. 2013-2019 kami terpisah jarak, dan alhamdulilah kami bertahan, dalam pasang surut, dalam suka duka, dan setiap pertemuan yang berharga itu -yang terasa singkat- selalu mengingatkanku: aku butuh wanita ini, butuh selalu berada di sisinya, butuh mengobrol, tertawa, menangis, semua hanya berdua. Itulah salah satu alasanku akhirnya mantap untuk memilih meminangnya dan menikah 2 tahun lalu. Semoga tulisan ini setidaknya terbaca dan bisa mengobati rindu kami, walau sedikit, walau mungkin berbeda nilainya jika dibandingkan pertemuan itu sendiri. Sekarang ijinkan aku sementara mengesampingkan dulu perkara LDR atau LDM ini, menulis dengan disertai rindu hanya akan membuatku berhenti di tengah paragraf hanya untuk menghela nafas berat dan menatap kosong layar laptop ini. Speechless dan kosong. Anggaplah ini seperti obrolan lepas sebelum kita tidur seperti biasanya, disaat aku curhat betapa capeknya kerjaku, betapa kesal aku pada orang orang disekitarku, atau betapa bahagianya pengalaman yang ku dapat hari itu, anggaplah seperti itu.

27 Juli

Istriku, Ludy Claudia Hawa Saputri. 

Hehe istri kataku 😄 kita masih malu malu gak sih sekarang mendengar kata ini, setengah gak percaya kita ada di tahap ini sekarang, rasanya baru kemarin kita bertemu di depan pagar SMA 2 itu, kamu menyapaku yang canggung dan gak ada keberanian buat menyapa duluan, menanyakan apa aku pulang sendirian. Ya nggak lah sayang, aku yang cupu waktu itu sebenarnya mau mengajakmu pulang, karena bisa jadi di hari itulah mungkin apa yang kurasakan sebagai rasa suka itu mulai muncul. Kelak diriku di masa itu gak akan menyesali keputusanku setelahnya, yang aku pikirkan sembari berjalan denganmu, termasuk ketika menatapmu di kelas, di paskibra, di kantin sekolah, atau di tiap kesempatan ketika mataku mengenali ada dirimu disana.

"12 tahun dari waktu itu terasa cepat", ah, sekarang aja kita bisa merasa seperti itu ya kan? 😌 Kalau bicara dari momen yang ada, terasa pelan ketika jaman SMA, seperti tiap hari di sekolah ada kisahnya sendiri, dan kita menikmati itu, baik ketika perjalanan kaki di gang garuda yang kadang terasa sangat singkat dihabiskan dengan mengobrol saja, hingga di 11 km perjalanan dari sekolah ke rumahmu ketika akhirnya bisa mengantarmu pulang dengan motor pinjaman dari bapak. setiap hari kita mulai mengenal diri kita masing masing dan pasangan kita, belajar dari hal yang benar benar basic, sampai akhirnya kita merasa sudah tahu satu sama lain. Apakah setelah menikah kita sudah tahu semuanya? Nggak juga ya kan? 😂 Kita seperti balik ke masa itu lagi, embel embel pacaran 10 tahun seakan cuma hitungan angka, kamu baru tau aku yang biasanya jaim ini bisa jadi seperti apa -keep it secret, just for us, okay? 😉 Hihi, aku merasa kita ini lucu, semua orang mengira kita udah terbiasa karena 10 tahun pacaran, ternyata waktu akad pun masih semalu dan secanggung itu menatap satu sama lain, berfoto berdua di depan fotografer untuk koleksi foto pernikahan pun macam anak 15 tahunan yang baru mengenal namanya pacaran, aku yang tegang ketika berjalan ke atas koade pernikahan kita waktu itu, bisa sedikit cair dan rileks karena tanganmu yang menggenggam ku, yang berjalan di sisiku. Istriku, dari situlah aku merasa bersyukur, karena Allah masih memberi kita nikmatnya pernikahan itu sendiri, sesuatu yang dulu sempat kutakutkan akan terasa biasa saja karena merasa sudah lama bersama, ternyata diberi kesempatan untuk mengenalmu lagi dari awal, dan merasakan rasa cinta itu sedikit sedikit lagi. Sesuatu yang berharga lebih enak jika dinikmati pelan pelan kan?

Istriku, akhirnya setelah hubungan ini resmi berganti dari status pacaran ke menikah -omg it's real 😆- dari yang tadinya cuma sekedar status karangan "anak anak" di Facebook, jadi tercantum secara resmi di buku nikah, di kartu keluarga, kita berdua berada di satu KK, artinya kita gak lagi menjalin hubungan sederhana yang hanya berpikir "besok jalan jalan berdua kemana? besok makan berdua dimana? besok sekolah pulang jam berapa?" Semua akhirnya menjadi kompleks, karena keluarga kecil kita terhubung juga dengan keluarga besar masing masing, juga terhubung dengan keluarga keluarga kecil lain di sekitar kita. Dan tanggung jawabku, yang kini sebagai suami sekaligus kepala keluarga, sekaligus juga calon ayah dari anak anak kita, juga makin banyak, gak terbatas hanya memastikan nafkah untukmu cukup, tapi juga memastikan dirimu bahagia, berkecukupan, dan nyaman, terlebih ada juga kewajiban penting untuk membimbingmu, dalam kehidupan, dalam ibadah dan agama, serta banyak hal lainnya. Semua terasa berat memang, dan aku bukan orang yang pandai dan sempurna untuk melakukan itu sendiri, tapi pelan pelan aku yakin selama kita berada di jalan yang benar bagi kita, Insya Allah kita pasti bisa melakukannya bersama, just like our good old days, hehe.

Istriku, dibalik semua perjalanan kita yang terlihat indah diluar sana, di benak mereka yang gak tahu susah payahnya kita mempertahankan hubungan ini, tersimpan juga perjuangan kita berdua. hubungan ini bisa bertahan karena usaha yang tak kenal lelah dari kita berdua untuk membuang ego, saling berkompromi dengan keegoisan masing masing. Lebih lebih bagi dirimu yang mesti berhadapan dengan laki laki egois, keras, dan kaku seperti aku ini, aku tahu itu gak mudah bagimu yang terbiasa hidup damai sebelumnya, aku yang tiba tiba datang di hidupmu dan kemudian menjadi seenaknya sendiri, karena merasa kamu milikku seorang saja, padahal nggak, kamu juga punya hak untuk melakukan apapun semaumu, termasuk dengan keluargamu, dulu aku terkadang merasa terlalu mencampuri itu semua, aku minta maaf. Sekarang pun sebagai suami, yang gampang lelah ini, dengan tangan lemahku, dan tenaga yang gak cukup kuat untuk menggendongmu, pastinya selalu merepotkanmu setiap saat, dengan kesibukan di pekerjaan yang kadang membuatku meninggalkanmu, bahkan hingga 15 hari di rumah sendiri, dari semua kekhilafan dan kesalahan kesalahanku selama 2 tahun ini, aku minta maaf. Terbukti aku masih perlu banyak belajar, perlu banyak penyesuaian dari kebiasaan sebelum menikah, aku janji akan berusaha jadi lebih baik lagi ke depannya. Tapi, sekali lagi dari kesekian kalinya, tolong terus bantu aku dengan mengingatkanku ya? 🙏

Istriku, aku berharap pertemuan itu segera terwujud, aku gak sabar melihat senyummu, pipi tembem itu, membelai rambutmu dan duduk berdua mengobrol tanpa jarak yang memisahkan kita dan banyak waktu untuk kita habiskan berdua.

Dan mungkin aku belum mengumumkannya secara resmi pada netizen, tapi beberapa teman dan orang di kantor ku disini sudah tahu seharusnya, gak lama lagi Insya Allah bertambah satu orang anggota keluarga kita! Alhamdulillah 🙏🙏 banyak banyak bersyukur akhirnya diberi Allah kepercayaan untuk menjadi calon orang tua, terlebih jika melihat hampir 2 tahun kita berjuang dalam kesedihan, insecure, setiap usaha dan doa itu akhirnya terkabul juga. Bisa dibilang setelah 2019 yang ceria dan bahagia, kita dihajar di 2020 melalui pandemi ini, pun di 2021 kita sempat penuh kekhawatiran dan hanya bisa saling menguatkan satu sama lain. Dan akhirnya perjuangan kita terbayar kini, Alhamdulillah. Usaha kita masih panjang untuk calon baby kita ini, masih ada bulan bulan ke depan, aku berdoa dirimu dan bayi kita sehat selalu, gak sabar untuk bisa melihat dan menggendong bayi kita, tapi untuk sekarang, yang terpenting adalah kesehatan dirimu dan dia, itu yang mahal harganya dan sedang kupersiapkan dengan baik meskipun terhalang jarak.

Istriku, aku gak mau berbicara panjang lebar soal jarak ini, lagipula aku yakin kita kuat menjalaninya, aku lebih tertarik berbicara mengenai perjalanan yang sudah kita lalui 2 tahun ini. Banyak tempat baru yang kita kunjungi, dirimu yang baru kali ini merasakan perjalanan jauh, dan berada jauh dari rumah dan kota kelahiranmu. Aku minta maaf ya dirimu jadi harus mendampingiku sampai kesini, sebuah pilihan yang gak mudah bagimu untuk meninggalkan orangtua mu demi baktimu padaku, seperti halnya aku yang bekerja disini demi bakti pada negeri -yang kini kurasakan mulai menjadi omong kosong akibat ulah mereka yang mempunyai wewenang- aku tahu itu berat berada jauh dari keluarga, karenanya sekali lagi aku minta maaf. Tapi dibalik itu, semoga suasana baru dan tempat tempat baru yang telah kita kunjungi selama ini, sedikit menghiburmu, momen momen itu masih terekam di folder foto kita, biasanya aku lihat lagi ketika bosan, sambil tersenyum, mengingat momen indah kita di tempat itu.

Ah aku rindu honeymoon lagi, setelah pandemi ini berakhir dan baby kita sudah cukup kuat, yuk kita jalan jalan lagi, aku pingin sejak kecil anak kita bisa merasakan bahagia dari momen momen perjalanan, sebagaimana kita yang selalu menikmati itu berdua selama ini, perjalanan juga satu hal yang ku pelajari selama disini, bahwa rindu itu akan selalu bermuara pada satu tempat, ujung dari jarak yang memisahkan, dan perjalanan adalah sayap kita untuk mencapai muara itu.

Well, terlalu banyak jadinya kalau berandai andai seperti itu.

Istriku, aku gak akan berhenti untuk berdoa yang terbaik bagi kita berdua. semoga hubungan ini senantiasa terjaga dan diberikan keberkahan oleh Allah SWT, selalu penuh cinta dan kasih sayang yang gak akan habis, tapi terus tumbuh dan berganti menjadi lebih dan lebih baik lagi setiap saat. Semoga kita diberi izin olehNya untuk terus menjalani hubungan ini bersama, dan semoga kita berdua diberi kekuatan untuk saling menjaga dan mendampingi satu sama lain. Aamiin 🙏

Terakhir, dari tulisanku yang mulai kepanjangan ini, selamat ulang tahun pernikahan yang kedua 😊 yang meskipun sederhana sekali, berbeda dari sebelumnya, namun penuh makna untuk kita renungkan berdua, ini baru awal untuk pernikahan kita, ibaratnya kita sebagai bayi yang baru mau belajar berjalan, banyak hal lagi yang masih perlu kita pelajari, banyak tantangan yang belum kita hadapi, tapi aku percaya kita kuat, modal kita adalah hubungan ini yang sudah terjalin lama, dan pengalaman kita menjalani suka duka selama ini. Semoga kita mampu dan kuat menjalaninya, aamiin 🙏

"I hate myself when I'm away from you

I swear I'm sorry, please don't hate me too

And I don't know if my heart will make it through

I swear I'm sorry, please don't hate me too

Don't hate me, don't fail now

Hold on to hope

'Cause I'm yours, I'm coming home to you soon

'Cause the road is very worn, and it's begging me to come back to you"

(Secondhand Serenade - Distance)

I love you and I miss you to the most right now, see you soon, my wife ❤️


Jumat, 20 Oktober 2017

Lu siapa sih fik?

Hai..
haha udah cukup lama sejak postingan terakhir, sebelum liburan..
yah, bentar lagi mau UAS, dan sebelum UAS ini boleh kan ya galau dikit, istilahnya melepas penat-penat dulu terus dilanjut serius dan fokus sama UAS
sedikit alasan aja kenapa aku tiba-tiba pingin nulis lgi, dan alasannya adalah gak ada, hanya karena suntuk dan sendiri aja makanya aku punya inspirasi. seperti itu selma ini haha
buat yang gak biasa sendirian, silahkan ketawa, buat yang merasa banyak teman silahkan deh anggap postinganku ini lelucon atau apa, karena kalian sebenarnya lebih beruntung dari aku dan selama ini kalian hanya lewat begitu saja tanpa peduli jika disekitar kalian ada orang-orang introvert yang secara refleks berusaha kalian hindari :)
pendek kata, lu siapa sih fik? sok sok an ngeblog, sok sok an galau
yang masih bilang ku galau, kalian itu bukan teman deketku, jadi mending diam :)
teman deketku pasti tau kalau aku sekarang gak lagi galau seperti dulu, aku hanya kesepian, dan wajar kalau ketika kesepian seseorang terkadang ingin berbagi apa yang mereka rasa dengan orang-orang lain sekedar untuk membuang sepi, atau setidaknya berbagi kesepian itu terlepas apakah orang lain peduli atau tidak
seperti aku, blog ku dibaca atau tidak, dihina atau dibuat lelucon, aku cuma bisa senyum kecil aja, ya karena baru punya niatan mau protes juga, dalam hati kecil gua udah bilang, lu siapa sih fik? pake protes segala sama keadaan? lu kan minoritas, LOL

haha udah deh, sekarang aku mau cerita tentang kisah ku beberapa waktu setelah vakum ini..
hmm dari mana yah,....
mungkin aku udah sempat cerita ya di postingan sebelumnya tentang karma dan sebagainya itu, yang jadi alasan kenapa aku sekarang seperti ini..
yah, semua itu memang ada kaitannya, tapi semua jelas berawal dari diriku sendiri, baik kesalahan yang aku perbuat, maupun bagaimana sifat dasar yang aku miliki sejak kecil
yaitu pemalu, gak tegaan, gak bisa tegas dan yang paling parah yaitu terlalu peka
haha bayanginsemua kombinasi mengerikan itu dimiliki oleh orang yang dalam dirinya itu punya niatan berteman dengan banyak orang, dan selalu jadi spectator alias senang mengamati pergerakan orang-orang disekitar
kebayang kan maksudku kayak gimana?
jadi aku tipe orang yang gak bisa memulai buat beradaptasi langsung dengan lingkungan baru lebih dulu, tetapi ketika semua udah mempunyai kelompok sendiri-sendiri, aku yang udah dari awal tersisih selalu mempunyai niatan untuk bergabung, tapi komunitas yang aku inginkan selalu mempunyai semacam filter untuk orang-orang seperti aku
itulah alasan aku sedikit teman, terlebihlagi secara penampilan aku gak menarik, jadi lebih banyak berkutat di kesendirian aja selama ini
paling parah adalah ketika aku SMP, waktu itu aku super cupu, minder dan sedikit anti sosial.
emang sih aku masih punya beberapa teman, dan satu orang sahabat, tapi diluar itu semua aku benar-benar sendiri, total..
maka ketika aku dan sahabat ku berpisah kelas, aku seperti "a super anti sosial nerd"
teman gak ada, gak bisa adaptasi dan beberapa teman di kelas justru membully aku, ah kalau ingat masa-masa itu haha suram
terkadang aku sering sembunyi di kamar mandi, hanya untuk menghabiskan waktu sendirian dan sepi selama jam istirahat, karena aku malas terlihat sendiri di kelas, dan aku tak seberuntung mantan teman-teman sekelasku yang udah punya kelompok atau komunitas masing-masing
dan aku lebih banyak diam, berusaha menarik perhatian kalau bersamateman-teman, dan mereka hanya akan tertawa dan  bilang kalau aku aneh. haha gak masalah dibilang aneh, asal ada reaksi dari mereka yangsedang berada di dekatku, sekedar memastikan bahwa diriku dianggap oleh mereka
yap, se parah itulah pemikiranku di masa SMP
dan semua itu mulai berubah di masa SMA, disaat aku masuk kelas XI, aku mendapat teman-teman baru yang mau menerima aku -meski mereka sendiri juga awalnya segan karena mengira aku orang yang sangat tertutup- dan aku berusaha beradaptasi dengan mereka, tak butuh banyak waktu hingga aku diterima di komuitas mereka,meski terksean sebagai beberapa kumpulan anak yang sedikit nakal, tapi itu tak masalah, lebih baik daripada lagi-lagi hanya menjadi anak baik yang tak punya teman
dan disitulah mulai muncul masalah, dan dari siapa lagi selain pacar, sebuah hal yang (bagiku saat itu) tidak bisa dijadikan satu dengan teman-temanku.
kenapa aku berpikir demikian? ya karena setiap aku mencoba menggabungkan mereka dalam satu event buat bisa berjalan sama-sama, selalu ada halangan baik dari lingkungan, penolakan dari beberapa temanku, sikap egois dari pacarku dan tentunya dari diriku sendiri yang pemalu
ya, malu untuk berpacaran di depan teman-temanku, malu buat terlihat membuat dunia sendiri bersama pacarku tanpa peduli lagi pada teman-temanku,dan tentunya malu karena diriku sendiri yang gak PD buat tampil di depan umum bersama pacarku
namun sayang sekali pacarku gak mengerti hal ini, dan justru kecewa karena menganggap aku malu dengan kekurangan yang dia miliki, dan merasa iri dengan teman-temannya yang PD ketika keluar bersama cowok atau ceweknya, yang terkadang aku merasa mereka terlalu memamerkan kemesraan di muka umum, apa aku harus seperti itu? apa aku harus mengabaikan temanku dan dengan santainya bermesraan dengannya di muka umum?
bagiku itu sebuah hal yang memalukan, dan aku takut itu membuat teman-temanku merasa risih atau segan untuk berteman denganku, terlalu ketakutan untuk kehilangan eksistensi pada komunitas yang aku miliki daripada kehilangan sebuah hubungan yang mengekang
dan itulah sejujurnya bebanku selama berpacaran lama dengan mantanku di SMA, tapi terlanjur lama dan berjalan berlarut-larut hingga membuatku nyaman dan lupa bahwa dia bisa meninggalkanku kapan saja
dan ketika mimpi buruk itu terjadi, terjadinya pun disaat yang tidak tepat, disaat aku di ligkungan yang benar-benar baru, teman-teman di komunitas yang baru dan baru awal perkuliahan pula
tiba-tiba dia pergi, aku shock tetapi gak punya teman dekat untuk berbagi kesedihan, gak ada yang peduli dan ketika aku mencoba menulis keluh kesah ku di blog, senior ku tahu dan seperti whistle blower, semua orang di sekitarku langsung saja memberi "sign" anak galauan pada ku, dan mungkin itulah alasan sampai sekarang aku masih saja susah beradaptasi disini
thanks to mantanku itu, aku menggalauinya hingga hampir 2 tahun, sampai aku tersadar ketika ibu ku tiada, yap terima kasih
aku sebenarnya sudah mencoba memulai sebuah kisah baru, berusaha membuang bayangan dia selama itu, dan berusaha membuka hati untuk orang-orang yang sekiranya bisa menyelamatkanku dari neraka yang bernama kesepian, namun satu-persatu gebetanku pergi, mereka menyerah bahkan sebelum berusaha untuk mencoba, karena mereka merasa aku hanya php, susah move on ataupun karena alasan lainnya. bagiku itu sebenarnya bukan masalah, tapi terkadang sakit juga karena orang-orang itu merasa tersakiti, membenciku tanpa tahu aku sebenarnya gak ada niatan buat menyakiti mereka, tapi semata hanya karena keadaan, kurangnya kesabaran dan karena mereka benar-benar tidak bisa memahami aku
oke aku egois karena hanya ingin dipahami, tapi keegoisanku berdasar, karena rasa tidak percaya ku akibat pengalaman-pengalaman buruk di masa lalu selama bersama mantanku
dan karena tidak menemui seseorang yang cocok itu, aku hanya bisa kembali berbagi suka duka dengan mantanku tadi, mengusir sepi, terlihat mesra di medsos padahal tanpa hubungan.
ya, aku hanya rindu mempunyai hubungan yang berjalan normal seperti 2 tahun awal pacaranku dengan mantanku ini, dan aku iri dengan teman-temanku yang lain yang terlihat bahagia dengan hubungan yang mereka jalani
karena itulah aku merasa PD begitu aja karena mengira mantanku tadi bisa berubah jadi lebih baik, namun sayangnya akhirnya banyak sekali fakta-fakta buruk tentangnya yang mulai terungkap, dan membuatku merasa perlu mejauhinya demi kebaikanku

Senin, 22 Juni 2015

Karma

Hai semua, akhirnya blog yang udah usang ini sukses aku re-make kemarin..
haha, ya gak ada yang beda-beda sih sebenarnya, cuma karena ini sekarang blog netral, maka aku hapus semua yang berkaitan dengan masa lalu ku, biar adil :)
yah, bisa dikatakan saat ini aku berbicara hanya dari sudut pandangku, tanpa adanya rasa khawatir itu bakal nyinggung mantan atau siapapun, just a word from my brain, jadi aku open aja sama kritik" yang mau dilontarkan siapapun, silahkan tulis di komentar di bawah :)

yaudah langsung aja ya..
ini sebuah pengakuan yang jujur dari aku dan semoga ini juga bisa jadi pelajaran buat kalian semua
aku cuma pingin menjelaskan bahwa setiap sesuatu yang kalian semua lakukan itu selalu ada balasannya, maka sebelum melakukan sesuatu pastikan kamu tahu resikonya, atau justru udah siap dengan balasannya
dan apa itu yang disebut karma, aku sendiri yang mengalaminya, dan percayalah, mungkin di awalnya kalian semua mengira ini terkesan cemen, seperti "apa sih? cowok kok galauan? cowok kok move on nya susah?" ya karena kalian semua orang-orang yang baik, aku percaya kalian gak bakal ngerasain apa yang aku rasain :)

aku akan mulai cerita dari awal pertama kali aku pacaran, dengan mantan ku yang pertama di SMP, difa..
ya, kala itu aku mulai merasakan jatuh cinta buat pertama kalinya ketika kelas 2 SMP, disaat aku se kelas dengan dirinya, meski cupu dan culun, tapi namanya jatuh cinta pertama kali ya..... indah-indah gimana gitu rasanya wkwk :p dan gak perlu diungkapin aja, cuma bisa memandangin dari jauh aja, ngerasain cinta secara diem-diem aja, aku udah ngerasa bahagia, sebuah hal konyol di masa-masa SMP ku, dan semua itu berlanjut sampai aku beranjak naik ke kelas 3, nah disini aku dan difa mulai berkomunikasi satu sama lkain via aplikasi chatting jadul macam mxit dan friendster (yang kini digantikan sama whatsapp dan facebook), semua berjalan lancar-lancar aja, aku senang bisa memposisikan diriku sebagai teman dekat difa, karena yah dia teman cewek yang paling dekat sama aku di SMP
tapi sebuah kesalahan bodoh aku lakukan, gak bisa menahan rasa cinta, aku malah mengungkapkan rasa cinta ku sama dia, dengan cara gak jelas lagi LOL
mulai dari situ semua terasa semakin bahagia dan sekaligus awkward, aku seorang anak cupu, sering di bully sama teman-teman ku yang berbadan besar di SMP ketika itu, berpacaran dengan difa, anak yang cukup populer di kalangan cowok-cowok SMP, dan yang aku ingat, wajahnya ketika itu manis banget wkwk (kalo sekarang mah udah kaya ibu-ibu LOL :p sorry dif hahaha)
awal pacaran semua terasa normal sih, difa paham aku itu cupu, dan paham aku baru pertama pacaran, sedangkan dia udah ada 2 mantan ketika itu
hal yang sering bikin aku malu adalah aku elalu gelagapan ketika ketemu dia, seringnya kakiku gemetar dan kalo tiba-tiba aja papasan gitu, deg-degnya udah terasa aja, hahaha lebay
yah itu lah cerita cupu ku pasa pacaran sama dia, tapi sayang gak lama sih, cuma 3,5 bulan aja
ya aku paham alasan dia ketika itu, gak perlu karena udah suka sama sahabatku pun aku udah sadar, gak mungkin juga dipaksain hubungan yang berat sebelah, orang-orag di sekitar kami hanya melihat hubungan kami dengan pandangan kasihan, yah kasihan difa cuma pacaran sama orang cupu, cowok nya aja gak pernah nganterin pulang, gak pernah nemenin pacaran di sekolah, dan paling parah, gak pernah tuh keliatan pacaran di sekolah, maka gampang sekali hubungan cupu ini tertiup angin..
inti penting yang aku pelajari dari hubunganku sama difa adalah, bahwa disaat itu lah aku pertama kali merasakan cinta, dan hanya itu yang selama ini aku rasakan sebagai cinta yang murni
aku gak munafik saat berbicara tentang hal ini, faktanya setelah kehilangan dia, alias putus dari difa, aku down banget dan kayak orang yang bertindak bodoh, alih-alih bisa move on dari difa dan bisa menjalani sisa semester akhir sekaligus ujian dengan slow, aku malah jadian lagi, kali ini dengan adik kelas aksel yang bernama belda, dan sampai sekarang, dialah orang termuda yang pernah pacaran sama aku (selama ini mantan ku selalu lebih tua dari aku -.-) gak ada hal yang spesial dari hubungan ku dengan belda yang berjalan kurang lebih 3 bulan kurang, selain mungkin aku jadi lebih bisa memahami gimana itu pacaran, mulai berani pacaran di sekolah,dan mulai bisa lebih dewasa lagi, gak lagi malu atau gemetaran kalau ketemu pacar, tapi yah bisa dibilang dia kala itu gak lebih dari pelarian karena susahnya aku move on dari difa
jahat kan aku? jelas..
tapi belda yang aku tahu ketika itu justru lebih bersikap dewasa, dan menunjukkan kalau dia baik-baik aja, dari semua itulah semua rentetan karma ku berawal, dan ketika itu pula aku mulai merasa menjauh dari arti rasa cinta yang sebenarnya

beranjak ke masa SMA, setelah aku lost contact dengan difa maupun belda, aku memulai masa SMA ku dengan cinlok pada teman sekelas ku di kelas 10, ludy, waktu awal aku suka, itu bukan karena aku sering merhatiin dia, tapi lebih karena aku diberitahu temanku kalau dia suka aku (yang ternyata sudah dikonfirmasi kalau itu cuma salah paham oleh ludy sendiri -.-)
dan berselang 1 minggu lebih setelah itu, aku jadian dengan ludy, di masa awalku SMA yang masih tetep cupu, meskipun udah sedikit banget yang ngebully aku disini
aku pacaran dengan perasaan yang masih ada di difa, setengah belum move on maksudnya, tapi karena aku suka ludy, dan hubungan awalku dengan ludy lancar tanpa gangguan, aku mulai ngerasa nyaman sama dia, padahal setelah tau fakta kalau dia lebih tua dari aku (dan ludy sendiri juga kaget pada awalnya), dan rasa trauma yang masih aku rasain pasca kegagalan ku di masa SMP, akusempat ragu bakal bertahan lama dengan dia, dan berpikir "ah sudahlah dijalani dulu aja, kalau lama ya alhamdulillah, kalau bentar ya gak apa, udah pernah ngerasain sebelumnya.." dan sepertinya ketika itu, karma ku dimulai, aku malah menjalani hubungan super lama hingga hampir 6 tahun!! (kalau kedekatan kami pasca putus dan jadi teman dekat hingga sekarang juga dihitung) aslinya hubungan kami udah resmi berakhir tanggal 23 september 2013 silam
tapi sebelum itu, aku ceritakan dulu gimana hubungan super lama ku dengan ludy
memang aku gak lagi ngerasain rasanya cinta yang murni, tapi inilah hubungan terbaik yang pernah aku jalani, dan perlahan aku berkembang hingga jadi seperti sekarang, dari yang awalnya masih pacaran ala anak SMP hingga udah bisa saling berpikir dewasa dan saling ngerti satu sama lain, aku pernah ngerasa cinta banget sama dia, meski ada beberapa hal yang hilang dari rasa cinta awal yang aku rasakan ke difa, tapi aku gak butuh waktu lama move on dari difa, dan malah dia sendiri yang kena karma setelah di PHP sama sahabatku
aku dan ludy menghabiskan waktu selama itu dengan banyak suka duka, pasang surut hubungan dan sempat putus nyambung juga, tapi rasanya bangga juga udah menjalani hubungan jangka panjang dan bisa saling jaga komitmen, setidaknya sampai hampir 3 tahun
masalah pelik hubungan kami -dan yang akhirnya memicu putusnya kami- ini dimulai ketika aku mulai bisa mempunyai teman cewek, apa sih spesialnya? gak ada, ya hanya teman cewek biasa, tapi sampai baper, aku yang awalnya gak pernah punya temen cewek yang deket selain difa dan sahabat masa kecilku, ruri, mulai ngerasa apa itu baper, dari awalnya cuma kenalan biasa, lama-lama dipancing dikit aja sama temanku itu, aku malah ke GRan dan ujung-ujungnya jadi suka, padahal waktu itu aku udah punya pacar ludy, paling gak ada dua orang lah yang paling parah deketnya sama aku, yaitu hesti dan juwita, mungkin ada beberapa teman dekat di kelas, tapi aku sama sekali gak pernah baper ke mereka, meskipun seringnya membuat konflik di hubunganku dengan ludy
yang paling parah tentunya dengan juwita, karena saat itu di tengah hubungan ku yang kacau, dan kami juga sempat break, datanglah juwita, dan aku malah jadi baper sama dia, sampai akhirnya suka, dan mungkin inilah karma yang aku dapat setelah ngecewain belda, ya, aku di kala itu sempat keluar bareng juwita dan sering sms an kayak orang yang udah deket banget, sempat sih aku mikir waktu itu buat putus aja dari ludy, karena aku merasa udah cukup juga terlalu lama pacaran sama dia, tapi kebimbangan yang ada ditambah akunya yg gak bisa tegas memilih membuat kecewa kedua pihak, aku memilih ludy ketika itu karena berpikir banyak hal, termasuk alasan bahwa aku udah terlanjur dekat dengan ludy dan keluarga nya..
si juwita jelas paling kecewa dengan keputusan ku itu, dan dia juga sempat menemui aku sambil menangis di hadapanku, tapi aku udah terlanjur memilih ketika itu dan mulai harus bersikap tegas, karena aku berharap ludy juga bakal bisa profeional degan menepati janjinya udah melupakan masalah ini
tapi karma berkata lain, ludy yang udah berjanji menepati janji nya untuk gak membahas masalah itu, justru menjadikannya senjata buat seringkali menyudutkan aku ketika timbul suatu masalah, seperti dikit-dikit bilang "iya lah kamu gak mau sama aku, aku kan jelek, gak kayak si juwita"
kalau aku ingat-ingat lagi, sebenarnya cukup lucu juga sih, aku gak pernah suka sama seseorang 100% dari fisik, iya suka tapi kalau pribadinya jelek, bagiku nol besar, dari difa aku suka dia karena selain cantik, pintar, tegas, dia juga baik sama orang lain. aku suka belda karena dia lebih kalem, ramah, tapi juga pintar dan ceria, sedangkan dengan ludy sendiri aku suka dia baru setelah kami menjalani hubungan, ibaratnya dari 0% hingga 100%, tetapi kemudian menurun lagi menjadi 50% ketika bersama juwita, tapi tetap, aku yang salah besar ketika itu, karena ludy hampir gak pernah berbuat salah selama 3 tahun kurang itu (sebelum insidenku dengan juwita) selain hal-hal kecil yang biasanya aku maafin, sedangkan aku, selain masalah kedekatanku dengan 2 orang tadi, aku juga seringkali marah-marah gak jelas, kurang bisa menghargai dia, selalu malu dan menolak tiap diajak pacaran di sekolah. suka seenaknya sendiri keluyuran sama teman-temanku dan masih ada beberapa lain yang aku samar-samar ingatnya
ya, aku yang awalnya polos dan lugu soal cinta, menjelma jadi semi playboy dan bad boy di saat yang bersamaan ketika itu
dan efek dari ulahku ini aku rasakan ketika mulai masuk kuliah dan memasuki tahun ke 4 hubunganku dengan ludy
kesibukan luar biasa ludy di kampusnya membuat waktu ketemuan ku dengan dia menjadi tipis, belum lagi ditambah banyak masalah karena kurangnya waktu kami kumpul berdua seperti dulu, dan tanpa aku sadari, akhir dari hubungan kami ternyata udah tergambar jelas
berawal dari aku yang kesal karena kami jarang ketemu (yang sebenarnya adalah karma karena dulu di SMA aku sering ninggal ludy buat keluyuran sama teman-temanku), dan aku mengancam bakal kuliah diluar kota, tapi hal itu gak digubris oleh ludy hingga aku benar-benar serius buat pindah kuliah di STAN sekarang ini, dan itu malah menimbulkan akhir bagi hubungan kami
dan yang terjadi selanjutnya adalah sebuah rentetan dari karma..
diawalai beberapa hari ketika aku sampai di jakarta, ludy bertanya apa aku kenal dengan kakak kelas bernama cesi
aku jawab nggak, siapa lagi itu pikirku, dan ngapain juga ditanya ke aku, udah tau aku dari dulu gak pernah kenal nama adik kelasa maupun kakak kelas wkwk
ternyata eh ternyata, si cesi ini ternyata suka sama ludy, dan nembak dia, dan ludy yang merasa kami sudah gak ada hubungan karena break, nerima gitu aja dengan awalnya bilang ke cesi sendiri kalo dia cuma pelarian
aneh kalo dipikir bahwa dua-duanya mau pacaran padahal selama ini se parah apapun masalah kami, ludy gak pernah lari begitu aja, dan malah bilang aku gak pacaran lagi sama dia ke si cesi sedangkan ludy sendiri belum lama break sama aku
aku langsung shock ketika itu, apalagi gak lama mereka pasang status jadian, what the hell? wkwk, aku masih ingat kata-kata ku di post yang udah aku hapus dulu "siapa sih orang udah gak sdar diri, gak sadar muka, ngerebut pacar orang?" dan aku minta penjelasan dari ludy yang dijawab dengan jawaban simple, "ya kan kita emang udah putus", padahal disaat itu lah aku merasa sayang banget sama ludy, dan sekaligus rindu karena terpisah jauh dari dia di tanah rantau
tapi nasi udah jadi bubur, dia udah jadi milik orang, aku yang gak terima udah kayak orang kalap aja, mulai dari perang tweet, marah-marah ke ludy, sampai depresi sendiri di kosan karena terus-terusan stalking, dan berujung dengan nulis postingan di blog yang isinya benar benar diluar etika dan kebiasaanku selama ini dalam menulis sehingga kini udah aku hilangkan agar gak "disturbing"
dan ditengah kegalauan yang udah akut banget, aku lagi-lagi bertindak bodoh, seperti ketika ditinggal oleh difa, yaitu jadian lagi dengan cewek satu kampus bernama rizki..
lagi-lagi bernasib sama seperti belda, dan yang membuatku makin terlihat jahat adalah, karena aku pacar pertamanya dan dia juga benar-benar sayang sama aku, hubunganku dengan kiko berlangsung sekitar 4 bulan, dan akhirnya putus karena aku masih belum bisa move on dari ludy
aku msih inget gimana ketika putus dari rizki, gimana terpuruknya dia ketika itu, mirip bange ketika aku putus dari difa, aku seperti lihat diriku sendiri yang kehilangan cinta pertama ketika SMP dulu
dan karma pun terjadi lagi
1 tahun lebih aku ngejar ludy lagi, dan gak dapat-dapat, ketika akhirnya dapat, aku mengetahui fakta menyakitkan yang diungkap sendiri oleh mantan pacarnya, cesi, secara gamblang, dan tenang tanpa rasa bersalah..
akhirnya aku merasakan year of pain, di tahun 2014, dan semakin lengkap derita ku ketika desember di tahun yang sama, ibu ku wafat, sebuah pukulan beruntun yang telak
di tahun yang sama pula, aku di php oleh gebetan ku, di tahun yang sama pula, aku sempat berantem sama sahabatku satu kos karena aku ngecewain teman dia yang dekat denagn aku, dan di tahun yang sama, aku dibohongi oleh ludy
ada banyak kisah di year of pain, beberapa udah pernah aku ungkap di postingan yang udah dihapus dan aku udah gak mau memperpanjangnya

intinya, jangan sepelekan karma
mungkin awalnya terasa manis bagimu, tapi perlahan itu akan memaksa mu membayar apa yang udah kamu perbuat
dan kini, aku yang sekarang, udah kehilangan banyak hal, udah membuang banyak waktu, udah menguras banyak air mata, karena apa? ya karena karma dari perbuatan ku sendiri
aku memang udah 100% move on, dan alhamdulillah berkat bantuan cerita pengakuan dari cesi (yang sampai sekarang aku masih tetap gak percaya) aku berhasil ikhlas
sekarang apa? mau memulai kisah baru?
haha, nggak, aku udah kapok :)
aku cuma pingin memantaskan diri dulu, aku pingin kembali jadi diriku semula, jauh sebelum aku merasakan cinta pertamaku, agar ketika aku bertemu seseorang lagi yang terbaik, aku bisa ngerasain jatuh cinta lagi, berdebar-debar dan gemetar lagi
aku rindu jatuh cinta seperti cinta pertamaku dulu
dan ketika aku mendapatkan seseorang yang setia, dan benar-benar menerimaku apa adanya seperti ludy, polos dan lugu namun penuh cinta yang masih tulus seperti rizki, bijak dan tenang menghadapi perangaiku seperti belda, dan sekaligus tegas dan dewasa seperti difa, aku bisa mempertahankan dia dalam hubungan yang sebenar-benarnya hubungan, hingga berlanjut ke pernikahan dan selamanya tetap bersama
dengan dia yang mencintaiku dan aku cintai :)

sekian
terima kasih sudah membaca
sorry for long post
here a small potato with a hole (o)
see you again in the next posting :)









Senin, 01 Desember 2014

Apa Allah mencintaiku?



APAKAH ALLAH MENCINTAIKU ?




Pertanyaan yang merayuku untuk intropeksi..

Kucoba membuka al-Qur'an..

Kudapati Allah mencintai orang-orang yang sabar..

Kulihat diriku..

Ah, betapa sedikitnya kesabaranku..




Kudapati Allah mencintai orang-orang yang berjihad..

Ku lihat diriku..
Amat lemah untuk melawan nafsuku..
Kurang kesungguhanku untuk selalu menaati-Nya..

Kudapati Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan (kebaikan)..
Apalagi ini..
Teramat jauh diriku dari derajat ihsan..

Hatiku gundah..

Tak ada tanda pada diriku bahwa Allah mencintaiku..
Kucoba kembali membaca al-Qur'an..

Kudapati Allah mencintai orang-orang yang suka bertaubat..

Aku segera merenung..
Mungkin ayat ini untukku dan yang sepertiku..

Segera lisanku berucap..

Astaghfirullah wa atuubu ilaihi..
Astaghfirullah wa atuubu ilaihi..
semoga ini membuat Allah mencintai diriku..

Ya Rabb..
Ampuni dosaku..


Sorce: Page FB , Mukjizat Sholat dan Doa

Jumat, 21 November 2014

Lembaga, Mahasiswa, dan Capacity Building

Lembaga, Mahasiswa dan Capacity Building

Hai pembaca sekalian, sudah lama sekali sejak terakhir saya posting di blog ini. Hampir 2 bulan kali ya. Oke kali ini saya gak akan mengangkat topik motivasi maupun tentang cerita saya, tapi tentang hal yang sedang hangat dibicarakan di kampus saya, STAN, yaitu capacity building. Ya.. sekali-kali lah nulis artikel, biar saya gak selalu diremehin sebagai blogger galau terus..

Oke, pertama akan saya  jelasin dulu apa itu capacity building, capacity building –biasaya disebut juga character building- adalah acara yang wajib bagi mahasiswa tingkat 1 yang diadakan sekitar pertengahan desember. Acara luar kampus ini ditujukan untuk membentuk karakter disiplin, hormat dan patuh peraturan, membentuk mental yang tangguh serta meningkatkan rasa kebersamaan diantara mahasiswa peserta capacity building. Hal yang lumrah mungkin bagi tiap kampus, misalnya di kampus lama saya, Politeknik Negeri Malang, dulu pernah diadakan kegiatan yang hampir serupa di Pusat pelatihan kejuruan Kodim Brawijaya, yang melatih pun sama-sama dari tentara seperti pada capacity building, bedanya acara tersebut dilakukan setelah ospek kampus dan durasi nya lebih lama, serta pelatih yang melatih kami berasal dari tentara biasa, bukan kopassus. Tapi disitulah saya merasakan banyak hal baik yang saya dapatkan, oke memang berat dan suntuk 1 minggu tanpa handphone, tanpa media apapun, hanya baris-berbaris, pelatihan fisik, dan banyak latihan mental juga kala itu, tapi efeknya sangat terasa di kampus, terlihat dari kekompakan kami dengan jurusan-jurusan lain sangat erat, meski tetap dalam kebanggaan jurusan masing-masing namun kami benar-benar merasa dekat sebagai satu kampus. Karena sama-sama susah bareng, sama-sama merasa senasib dan sendirian, sehingga mau tak mau kami harus saling membaur, dan disitulah akhirnya terbentuk sebuah ikatan yang menyatukan ego masing-masing dan mengubah dari mental-menatal anak SMA ke mental-mental anak kuliahan.

Capacity building telah diadakan hampir setahun lalu, pada bulan desember tahun 2013, sebagai rangkaian dari kegiatan setelah ujian tengah semester, saya dan mahasiswa kampus STAN yang lain mengikuti kegiatan capacity building yang berlokasi di bumi perkemahan cibubur. Kegiatan secara overall bagus dan saya cukup antusias mengikutinya, namun masih saya lihat kekurangan disana-sini karena faktor alam, kondisi geografis, kebersihan dan kurang sigapnya penyelenggara, oke no offense tentang hal ini, saya tetap salut akan kehadiran beberapa perwakilan dari lembaga untuk memantau dan tetap stand by bersama kami selama acara berlangsung. Dan saya akui memang pelatih dari kopassus sangat ahli dan paham betul bagaimana membentuk mental dan fisik kami. Yang jadi pertanyaan adalah, setelah acara itu selesai dan kami kembali ke kampus kami, kenapa efek dari acara itu tidak terlihat?

Dari sisi lembaga, mungkin melihat bahwa perubahan yang terjadi pada mahasiswa tidak terasa, atau malah tambah buruk, dari grup di media sosial maupun dengar-dengar dari perbincangan teman-teman, kelakuan mahasiswa di kampus ali wardhana sana memang memprihatinkan, saling tak sapa dan apatis, kurang tanggap dan peduli terhadap kebersihan kampus, merokok seenaknya, tidak hormat pada sekre maupun dosen pengajar, dan banyak hal lain yang menurut saya memang wajar jika lembaga geram pada mahasiswa yang katanya adalah calon abdi negara di bidang keuangan. Ini tah mahasiswa sekolah dinas yang terkenal itu? Seperti inikah kelakuan orang-orang yang telah diseleksi dari puluhan ribu pendaftar dari seluruh indonesia? Apa pantas berbangga dengan almamater jika tingkah laku mereka bahkan tidak bisa dicontoh oleh kampus-kampuslain yang begitu silau akan nama STAN?
pertanyaan kemudian muncul? Apa yang salah dari Capacity Building tahun kemarin sehingga mental yang baik dan teladan dari moral yang mengakar pada diri mahasiswa ini malah semakin berkurang? Malah saya sedikit kritis tentang hal ini, sebenarnya perlukah adanya Capacity Building ini?

Dari sudut pandang saya sebagai mahasiswa kampus Frans Seda, yang berkilometer jauhnya dari Kampus STAN Bintaro, memang tidak tahu-menahu apapun tentang kehidupan disana kecuali sedikit saja ketika sekali waktu berkunjung kesana, dan saya maklumi sangat sulit mengatur ribuan mahasiswa disana, jadwal dan ruang kelas aja masih semrawut katanya, wajar sebenarnya jika efek CB masih belum terasa, karena jumlah yang sebanyak itu ditambah kurangnya pendekatan pada mahasiswa menjadi faktor yang membuat sikap mahasiswa jadi seenaknya

Di Rawamangun, tiap hari sebelum masuk kuliah kami mengadakan apel, dan selalu menjalankan PUDD (Peraturan Urusan Dinas Dalam) seperti hormat-menghormati dan baris-berbaris setiap saat, meski tidak semua dari kami selalu patuh, namun secara umum kepatuhan di pusdiklat bea dan cukai ini selalu terjaga karena dari angkatan telah ada Kepatuhan Internal (KI) yang sigap menjaga dan tak segan menghukum mahasiswa yang terlambat, tidak ikut apel dan melanggar tata tertib. Sekre di pusdiklat saya akui juga sangat baik, dekat dengan kami dan peduli terhadap kelangsungan perkuliahan kami, terbukti ketika ada yang absen, maupun ada dari kami yang mendapat nilai dibawah standar, maka akan ada perhatian khusus dan diberi dorongan agar bisa mendapat nilai bagus di kesempatan selanjutnya, ini contoh kecil tapi nyata yang ada di kampus frans seda, pelatih di kampus ini sangat berpengalaman dan selalu menjadi teladan kami dalam setiap kata dan perilaku ala militer yang mereka terapkan. Saya juga sudah menghadapi Leadership Training selama hampir 1 semester pada masa awal perkuliahan saya disini, dan efek yang didapatkan dari kegiatan itu terlihat jelas dari diri kami masing-masing dalam satu angkatan.

Kini yang jadi pertanyaan adalah, bagaimana jika kalian mahasiswa bintaro ada di sisi kami? Kalian mengeluh tentang diadakannya CB, karena mengganggu waktu liburan kalian dan menurut kalian percuma, apa ada cara lain selain itu agar kalian mengerti apa yang diinginkan lembaga? Okelah tidak semua dari kalian yang bertindak seperti yang saya tuliskan diatas tadi, itu ulah oknum, tapi kenapa kalian tidak mengingatkan oknum-oknum tersebut? Asal kalian patuh, asal kalian hormat pada dosen dan sekre, saya rasa tidak ada alasan sama sekali bagi lembaga untuk mengadakan CB bagi tingkat 2. Ayolah, kita sama-sama pernah dinamika, kita sama-sama pernah CB, kami malah mengikuti ospek jurusan kami selama hampir 6 bulan, apa kalian sanggup jika disuruh seperti itu? Malah beberapa hari ini saya dengar keluhan dari teman saya disini, intinya seperti ini: “kalau ada gak enaknya aja kita diikutkan, tapi kalau ada acara-acara bagus kita dianaktirikan dan kurang diakomodasikan hanya karena masalah jarak”

jangan pahami kata-kata diatas karena kami iri atau apa, tapi kami sedikit merasa perlu kritis juga, entah mungkin hanya saya sebagai penulis yang terlalu membesar-besarkan atau dari kami sendiri memang merasa begitu, saya pun secara pribadi membenarkan pepatah bahwa “CB itu manis untuk dikenang, pahit untuk diulang”. Tapi dari yang saya dengar di kampus sana, jika seperti itu, maka perlulah ada CB, perlulah ada hal untuk mengubah mental dan semangat kita yang telah kendur

tapi apa selalu melalui CB?

apa selalu mahasiswa yang salah?

apa semua dari kita sebagai mahasiswa STAN, bersikap seperti yang dikatakan diatas?

saya tak punya kuasa dan hak apapun untuk protes, dan saya pikir itu tidak perlu, no offense to the other people, let’s change ourself..

saya menulis artikel singkat ini dengan tujuan membandingkan ospek saya di kampus lama dulu, ospek jurusan saya, dengan capacity building ini sendiri
dari situ saya tarik kesimpulan kecil bahwa bila ingin CB ini berjalan seperti yang diharapkan lembaga, maka perlu pemahaman dari diri masing-masing dari kita sebagai satu kesatuan mahasiswa STAN, seperti apa mahasiswa itu

kita beda dari kampus-kampus lain, kita beda dari jaman kita SMA, bukan saatnya lagi bagi kita untuk melanggar peraturan, ingat sistem DO di STAN, ingat status kita sebagai calon punggawa keuangan negara, ingat pula bahwa kita termasuk beruntung sekali berkuliah dibayari negara sedangkan teman-teman kita di kampus lain mesti membayar UKM dan uang masuk kuliah hingga ratusan juta demi kesempatan kerja yang belum tentu tercapai, sedangkan kita jika lulus dari sini Insya Allah akan jadi PNS kementerian keuangan

Semoga angkatan 2013  yang tersisa saat ini bisa lulus 100%, tidak ada lagi yang terkena DO, tidak ada lagi pelanggaran terhadap aturan kampus, sehingga tidak perlu lagi merasakan CB
dan semoga kebersamaan diantara angkatan kita tetap solid dan terjaga

soal kebersamaan kita solid dan bersatu, namun soal diri kita sebagai mahasiswa STAN, kita harus ridgid, kokoh dan kuat bagai pilar yang menopang nama almamater kita sebagai kampus yang disegani di tanah air
semoga artikel ini bermanfaat, no offense pada siapapun, dan saya sebagai penulis pribadi minta maaf bila ada salah kata..

kebenaran datangnya dari Allah semata, kesalahan datangnya dari saya pribadi..
Nantikan postingan artikel saya selanjutnya, semoga bermanfaat

Amin,..

Minggu, 20 Juli 2014

Analogi Sepakbola - Pacaran


Kembali lagi ngeblog..
yah, aslinya udah dari kemarin-kemarin sih sejak aku pulang ke Malang, aku begitu ingin ngetik postingan baru buat ngisi blog ku yang udah lama sepi
apalagi ada laptop lama ku buat ngetik, yang keyboardnya gak rusak.
Nah, kali ini aku akan membahas analogi sepakbola dengan pacaran
well, aneh memang kedengarannya, mana ada hubungan antara pacaran dengan sepakbola?
keduanya jelas merupakan hal yang berbeda, of course
tapi ada beberapa hal yang bisa dianalogikan di sini
Contohnya, pernahkah kalian membayangkan kenapa ada pemain bola yang begitu loyal dengan sebuah klub?
kita contohkan saja disini misalnya Fransesco Totti, Javier Zanetti dan berbagai legenda sepakbola lainnya, kenapa mereka bisa bertahan lama di AS Roma maupun Inter Milan, klub mereka?
itu semua karena rasa cinta mereka yang tinggi pada klub
dan mereka takkan tergiur iming-iming gaji tinggi maupun janji juara dari klub yang ingin menggunakan jasanya
mereka akan tetap loyal, dan dicintai tifosi atau supporter karena memang hal itu yang mereka inginkan sebagai seorang pemain sepakbola
Oke, dari sini, mulai bisa kita kaitkan beberapa hal diatas dengan pacaran
persamaannya adalah, sama-sama ada rasa cinta, sama-sama ada rasa nyaman, dan sama-sama ada rasa loyal atau setia
itu yang terpenting dari sebuah hubungan, baik itu pacaran atau sekedar hubungan profesionalitas macam sepakbola
pacaran tidak membutuhkan janji manis, membelikan ini itu atau waktu-waktu romantic setiap saat, karena kalau seperti itu, pemain sepakbola juga akan cepat pindah klub begitu ada yang menjanjikan tempat utama, atau menjanjikan juara misalnya
tak ada yang bisa dipastikan dari hal seperti itu
oke sekarang kita akan analogi kan pacaran jaman sekarang dengan sepakbola

Misalkan saja cowok A dan cewek B
anggap itu sama seperti Klub A dan pemain B
tentu pacaran umumnya seorang cowok hanya butuh 1 orang cewek saja, tidak lebih
karena sepakbola juga hanya membutuhkan 1 orang pemain inti di tiap posisi, misal striker atau kiper
andai bisa lebih, jelas setiap orang ingin punya lebih dari 1 pasangan tiap pacaran
tapi ingat, kelak yang akan dilihat orang-orang dan dijadikan pasangan ya cuma satu orang saja
dan ingat pula bahwa hampir tidak ada orang yang ingin diduakan oleh pasangannya
dalam hal ini, sepakbola pun sama
misalnya kiper, dalam satu pertandingan ya cuma ada 1 kiper, gak lebih
andai pemain sepakbola di lapangan ada 22 atau 33 orang, ya mungkin akan ada 2 atau 3 kiper disana
tapi jelas, hanya satu, ibarat sebuah hubungan, semua itu sama
nah, kembali ke permisalan tadi
misal si cowok A ingin jadian dengan cewek B
itu sama saja seperti sebuah klub yang tengah berburu pemain baru di bursa transfer
entah itu untuk mengganti pemain lama yang sudah pindah klub atau mungkin karena kekurangan pemain di posisi itu, atau mungkin juga karena sang pemain yang diburu memang tengah hot atau jadi buruan klub lain di bursa transfer
nah disini, klub pasti akan memberikan segalanya kan untuk mendapatkan pemain yang dia inginkan
entah itu dengan tawaran yang tinggi pada klub tempat asal pemain tersebut, atau dengan iming-iming gaji tinggi dan kesempatan bermain regular
tentunya semua sesuai budget dan kualitas klub masing-masing
gak akan ada klub rendah, atau kasta divisi bawah misalnya yang sanggup membayar gaji C. Ronaldo yang kabarnya hampir ratusan juta per pekan
banyaknya budget yang ada, jaman sekarang tetap menjadi hal yang menarik
tak jarang ada istilah “cewek matre” atau “cowok tajir”, semua itu realitas
memang uang disini yang sering berperan meskipun gak selalu
uang pun gak selalu mampu membeli sebuah hubungan, di sepakbola atau hubungan pacaran
ada yang suka cowok yang gak kaya atau cewek yang keluarga nya biasa saja, ada..
cinta memang harusnya tidak didasari itu, tapi sepakbola berbeda
itu semua butuh loyalitas yang tinggi dan profesionalisme jika seorang pemain memutuskan tetap bertahan di klub yang dia bela
nah, sekarang kualitas
sebuah klub tentu punya “nama” dan kualitas klub itu yang menentukan sebagus apa pemain yang akan ia miliki
misal real Madrid, tentu saat ini identik dengan los galacticos nya atau CR7 nya yang bergaji mahal
hampir tidak ada klub kasta bawah atau dari negara yang tidak terlalu terkenal yang mampu mendapatkan jasa pemain se terkenal CR7
tidak adil memang, tapi itulah kenyataannya
CR7 jelas tak akan mau berkarir di klub kecil, tidak bermain di liga Champions, dan hanya mampu membayar gaji rendah setiap musimnya
tapi pacaran gak selalu seperti itu, mungkin saja terjadi sebuah hubungan yang berbeda kasta atau status sosial meskipun itu juga kemungkinannya kecil
toh itu juga cuma pacaran, keterlibatan orang tua disini juga belum terlalu tinggi

dalam klub, ada jajaran manajemen dan pelatih
mereka kita ibaratkan komitmen dan perhatian dalam suatu hubungan pacaran
manajemen jelas memberikan janji ketika pemain tersebut pertama kali datang pada sebuah klub, dan juga meminta komitmen sang pemain dalam bentuk tanda tangan kontrak
ini untuk meningkatkan komitmen diantara keduanya, bahwa mereka terikat kontrak, bahwa jika sang pemain memutuskan pergi, akan ada biaya transfer yang diperlukan, dan jika pemain melanggarnya, akan ada hukuman atas pelanggaran tersebut
sedangkan pelatih, adalah orang yang paling dekat dengan sang pemain karena setiap hari mendampingi pemain di lapangan
pelatih tahu kapan pemain tersebut mulai lelah, pelatih tahu karakter pemain, dan pelatihlah yang memutuskan dia di tempatkan di posisi apa
ya, perhatian pelatih penting untuk memotivasi seorang pemain
bahkan tak jarang, saking dekatnya, apabila seorang pelatih tiba-tiba pindah klub atau dipecat, tak jarang pemain pun ikut memutuskan keluar, karena mungkin kecewa dengan keputusan pemecatan tersebut
nah, kedua hal ini penting dalam sebuah hubungan
pertahankan komitmen kedua pasangan dan tunjukkan perhatian anda, maka pasangan anda akan nyaman dan setia atau loyal pada anda
jika komitmen sudah tak bisa dipenuhi dan perhatian pun jarang diberikan, jangan harap sebuah hubungan kuat bertahan

oke, sekarang tifosi dan agen, serta media massa
tifosi atau supporter, anggap saja adalah teman-teman di sekeliling kita, yang bisa mengomentari hubungan kita kapanpun ada hal yang salah disana
di sepakbola sendiri ada beberapa klub yang mempunyai tifosi yang terkenal atau ultras, sebut saja AS Roma, Liverpool atau bahkan Arema Malang dan banyak lainnya
mereka mempunyai peran dalam memutuskan baik tidaknya pemain tersebut untuk di kontrak atau untuk di lepas
kadang apabila pemain yang mereka soroti permainannya kian menurun, tak jarang mereka mendesak manajemen untuk melepas pemain tersebut dan menggantinya
atau mungkin pula karena habit buruknya, dan ketidakloyalannya pada klub
anggap saja itu seperti pernyataan nya yang merendahkan klub atau dia terlihat memakai baju jersey klub rival dan banyak lainnya
pacaran pun ada ‘tifosi’nya, dan mereka turut berperan dalam hubungan
misalnya, teman si B mengeluhkan tingkah laku pacar si B yang sering merokok atau mabuk-mabukan
jelas si B akan membelanya, namun tak bisa memungkiri fakta yang ada bahwa teman-temannya tahu kebiasaan buruk pacar si B
dan ini tergantung tindakan si B itu sendiri, apakah akan membiarkan atau akan memperbaikinya
karena anda pasti tak mau kan, tiap hari pasangan anda disindir atau dihina teman-teman anda sendiri
biasanya akan ada langkah konkret yang akan diambil, entah itu menjauh dari teman atau malah mengancam memutuskan pasangannya apabila dia tidak mau berubah
kemudian agen pemain, dia lah yang berjasa mengenalkan klub pada pemain yang dibutuhkan
dia yang mencari info kualitas dan harga pemain yang akan diburu
seperti mak comblang kali ya di dunia nyata
mereka yang memberi info, menjodohkan, dan apabila berhasil, mereka mendapat reward dari pasangan tersebut
mungkin sekarang sering kita lihat orang-orang seperti ini, yang kadang menawarkan temannya atau malah saudaranya yang cantik atau ganteng, untuk dikenalkan dan mungkin bisa dijadikan gebetan
hal ini sah-sah saja, dan perlu untuk menambah ‘wawasan’ anda mengenai kriteria yang cocok untuk anda
karena tanpa mengenal, takkan timbul rasa sayang :p
selanjutnya media massa, seperti kemajuan teknologi dalam transfer pemain –yang bahkan sekarang ada bursa taruhan pemain mana akan masuk klub mana di luar negeri- hubungan jaman sekarang identik dengan media, entah itu media elektronik, dunia maya atau minimal, memberi tahu teman dekatnya, yang penting ada sebuah komunikasi secara tidak langsung yang menunjukkan, “ini lho pacar baru ku”, atau “aku udah gak lagi sama dia”
seperti misalnya:
“Toni Kroos baru saja menyetujui kepindahannya ke Real Madrid dengan nominal transfer GBP 24 Juta” itu sama saja dengan “Toni Kroos is in a relationship with Real Madrid” di dunia maya (baca: Facebook)
karena kebebasan media saat ini, semakin sulit menutupi sebuah hubungan, setiap orang pasti akan dengan bangga memamerkan pacar baru mereka di Facebook atau sekedar mention di twitter misalnya
bukan hal tabu lagi seperti jaman dahulu
kalau di sepakbola ada harga yang diberikan untuk tiap pemain, di media sosial mereka bagaikan pemain-pemain free transfer yang dengan bebasnya masuk dan keluar dalam sebuah hubungan apabila tidak cocok
nah kalau sudah begini, komitmen, loyalitas maupun perhatian tak akan sama lagi dengan analogi dalam sepakbola

tapi, dari semua analogi diatas, semua kembali ke pribadi masing-masing
mungkin akan ada yang protes, “gak se gampang itu kan memisalkannya?” atau “loyalitas itu bukan sesuatu yang dapat dibeli!” dan lain sebagainya
saya juga tidak memungkiri hal tersebut akan selalu muncul
saya yang tergabung di sebuah grup tifosi di facebook pun juga merasakannya
di Indonesia Ultras Roma, grup facebook saya, saya bisa merasakan kedekatan dengan sesama pendukung klub yang saya sukai sejak kecil, bagaimana mereka berpendapat apabila ada seorang pemain dari klub AS Roma yang dijual, bagaimana ketika ada pemain yang tidak loyal pada klub, atau bagaimana mereka menyikapi ketika seorang pelatih atau tokoh dari klub rival yang menjelek-jelekkan klub kami, itu semua terasa disana, meskipun hanya dalam dunia maya
kita mungkin akan cenderung menghina atau menghujat apabila seseorang tersebut mengkhianati atau menyakiti kita, tapi kita tidak boleh lupa bahwa orang tersebut juga punya hak untuk pergi dari kita
dan itu juga harusnya kita kembalikan lagi pada konteks yang telah saya sebutkan diatas
jika hubungan ingin terus bertahan, masih adakah komitmen? Masih terasakah perhatian? Atau apa yang salah hingga kita ditinggalkan? Apa mungkin orang yang akhirnya mendapatkan pasangan kita tadi itu lebih baik dari kita?
tanyakan itu semua sebelum kita memutuskan pergi atau mencari seseorang yang bisa mengisi kepergiannya
atau tanyakan ketika anda merasa hubungan anda mulai renggang, entah karena jarak atau karena berkurangnya kesetiaan
memang benar seperti pertanyaan diatas, loyalitas adalah hal yang tidak bisa dibeli
tapi ingat bahwa ada prinsip profesionalisme dalam diri masing-masing pribadi
ada harga, ada barang, dalam hubungan bisa dianalogikan ada kualitas, kenyamanan, kasih sayang dan komitmen yang kuat, maka akan ada hubungan
tak akan bisa hubungan dijalankan hanya dengan cara posesif, mencegah ini dan itu, melarang dekat orang ini dan dekat orang itu
karena ketidaknyamanan justru akan membuat anda kehilangan pasangan anda
kalau anda bisa mencegah, anda juga harus bisa menjaga dengan perhatian dan kualitas serta kenyamanan yang anda berikan
kalau anda tidak bisa memberi perhatian, ada untuk pasangan anda setiap saat ia membutuhkan, dan justru lebih mementingkan orang lain dibanding anda, maka jangan salahkan apabila ada orang lain yang lebih menarik yang akhirnya mampu ‘menikung’ pasangan anda
hal ini sama saja apabila ada ketidaksepakatan dalam hal gaji atau tidak ada jaminan akan tetap di posisi inti bagi pemain sepakbola
dan kita sebagai tifosi, harusnya bisa menerima apabila pemain tersebut ingin pergi
sekali lagi bukan karena tak ada loyalitas, atau gampangan, tapi karena sikap profesionalisme dalam diri masing-masing pribadi
karena setiap orang mempunyai hak menjalankan hidupnya
apalagi ini hanya pacaran, yang gak ada ujungnya apabila tidak disudahi dengan pernikahan
buat apa memaksa atau mencegah ini-itu jika dia bukan milik kita sepenuhnya
buat apa berjanji manis atau memberikan ini itu jika kita malah meninggalkannya
think again, kalau pacaran kita sama seperti pemain yang jadi public enemy macam joey barton, marco materazzi atau mungkin luis suarez, ya gak usah pacaran
langsung saja nikah, itu lebih halal dan memungkinkan untuk dilakukan
tapi kalau kita merasa perlu untuk mendekatkan diri terlebih dahulu dan merasa mampu untuk mempertahankan nya hinggan ke pelaminan, kenapa tidak kita lanjutkan?
ingatlah bahwa suatu hubungan itu ada 2 orang di dalamnya
jangan cuma kita sendiri yang kita pikirkan, tapi pasangan kita juga
jangan mengambil keputusan sepihak atau dengan tiba-tiba pergi tanpa alasan, ingat bahwa pasangan kita punya hak untuk kita kabari dan punya hak untuk mempertahankan kita
pacaran perlu ego, tapi hanya 20-30% saja
ego merusak komitmen, dan komitmen yang kosong ibarat menjalani musim di bangku cadangan, tanpa pernah merasakan jadi pemain inti di klub yang kita bela, yang kita cintai
jadilah legenda di klub tersebut, yang dielu-elukan tifosi, yang membuat iri rival kita, yang mampu memberikan prestasi di klub yang ia bawa dan menjadi panutan bagi youth player bahwa loyalitas adalah segalanya
dan kembali lagi di awal, kenapa pacaran dan sepakbola berhubungan, ya karena keduanya sama-sama mempunyai rasa cinta di dalamnya
meskipun dengan cita rasa yang berbeda
ada pula feel, passion dan skill yang dibutuhkan di dalamnya
ada pula masa-masa cedera dan tanpa pengakuan di dalamnya
tapi itu tergantung kita, apa kita akan pensiun dini setelah cedera, menyerah akan keadaan dan membenci apa yang disebut cinta, atau kita akan bangkit, memberikan yang terbaik pada klub yang mau menerima kita dan berjaya
banyak contohnya, sebut saja Andrea Pirlo yang dibuang oleh AC Milan kemudian mampu sukses bersama Juventus

inilah kehidupan, selalu bisa kita analogikan
tinggal bagaimana kita mempelajarinya dengan baik dan mengambil hikmahnya
maaf apabila ada kata yang salah dan menyinggung
saya tidak bermaksud menghina, merendahkan atau menghujat siapapun
karena apa yang saya tulis disini juga berdasar fakta umum, bukan opini pribadi semata
tapi memang saya tulis semua ini berdasar pengalaman saya di masa lalu
semoga bermanfaat
tunggu postingan saya selanjutnya

terima kasih atas telah mengunjungi blog saya :)

Rabu, 23 Oktober 2013

New Hope for Future

Oke.. :)
setelah vakum kurang lebih 1 minggu, saatnya saya menulis kembali.
oh iya, hari ini kan tepat satu minggu setelah hari itu ya..
apa perlu dirayain?
well, gak usah aja kali ya..

kali ini aku lagi gak pingin mbahas itu.
sekarang aku mending fokus buat kuliah ku dulu lah.
aku udah banyak ketinggalan apa yang dijelaskan oleh widyaiswara gara-gara gak konsen waktu kuliah. -.-
sebenarnya gak semua sih, cuma akuntansi aja
karena hitung-hitungannya aku banyak yang masih belum bisa..

sekarang aku pingin njelasin dikit aja tentang harapan-harapanku ke depannya di bea cukai ini
meskipun awal masuk sini, aku masih buta jurusan. -.-
asli, buta jurusan aku.
karena, yah.. aku kan anak IPA
masuk STAN yang notabene sekolah yang banyak banget pelajaran IPSnya
atau emang gak ada IPA sama sekali ya? -.-
aku milih masuk BC dibanding spes lain di STAN, jujur, cuma karena pingin menghindari akuntansi aja.
of course, disini memang masih aja ada akuntansi.
cuma gak terlalu banyak, cuma 2 semester aja.
sisanya pelajaran-pelajaran hafalan yang menjadi keunggulanku.
andai ada fisika, geografi, sejarah, kimia, sosiologi sama biologi, mungkin aku bakal dominasi total disini.
hahaha, gak juga sih.
teman-temanku disini pintar-pintar, aku yakin mereka lah yang terbaik dari daerah mereka masing-masing
tapi positif thinking aja lah :)
aku juga pati gak akan malu-maluin kota Malang
apalagi banyak senior dari Malang yang sukses di BC
dari angkatan 5 aja, ayahku punya teman yang sekarang jadi Kepala Kanwil di Semarang
terus dari angkatan-angkatan sebelumku yang lain, rata-rata ada saja yang bisa masuk jajaran IP tinggi.
jujur, aku bangga sama mereka, dan pingin bisa meneruskan jejak mereka.
apalagi, gak cuma unggul dari akademis aja, mereka juga unggul dari sisi non akademis, beberapa dari mereka pernah menjadi ketua organisasi-organisasi di BC
dan gak bisa dipungkiri, alasan aku masuk BC yang lain adalah karena jurusan ini paling berasa kekompakan dan kebersamaannya
spes lain boleh aja lebih besar dan banyak mahasiswanya dari kami semua, tapi soal kekompakan, dari dulu hingga sekarang kami semua terkenal paling jago
bangga deh rasanya :)
apalagi waktu denger kata-kata dari adikku yang inspiratif:
"Sekarang beban ku bakal lebih berat saat mas ku pergi ke Jakarta, tapi aku yakin suatu saat aku pasti bisa nyusul mas, aku pingin bisa masuk akpol, tapi gak tertutup kemungkinan juga aku masuk BC STAN."
yah, kurang lebih gitulah kata-kata dia -.-
aku baru tau juga adikku yang selama ini lebih banyak menghabiskan waktunya buat main game online, smsan sama pacarnya, jalan-jalan sama temannya kesana kemari dan berbagai kegiatan gak penting lain bisa ngomong kayak gitu
dan dia gak sekedar ngomong
dia ngasi bukti bahwa beratnya udah menurun gara-gara diet dan olahraga
ckckck, pasti dia bakal jadi lebih gagah dari aku nih -.-
aku sih senang banget kalau dia bisa mewujudkan impiannya itu
apalagi kalau dia bisa jadi penerusku disini, di BC
dan aku tau niatan dia tulus, gak cuma sekedar pingin pamer-pamer atau gaya-gayaan aja

semua hal itu bikin aku semangat buat nerusin kuliahku disini
meskipun aku sempat terpuruk tempo hari
tapi, ikatan kekeluargaan dari kakak-kakak tingkatku benar-benar telah membantu aku
ditambah kepedulian dari teman-teman seangkatanku, lengkaplah sudah bahwa aku sekarang udah kembali ke diriku yang biasanya
normal, antusias dan semangat

harapanku untuk ke depan:
-aku bisa meraih IP minimal 3,5 tiap semesternya. untuk awal ini mungkin masih cukup berat. tapi aku yakin aku bisa mengejarnya di mid semester nanti.
-aku bisa lulus dengan predikat cumlaude disini, minimal IPK akhir 3,5, untuk bisa mengejarnya aku akan berjuang tiap semesternya untuk selalu meraih hasil maksimal
-aku bisa tetap aktif dalam kegiatan sosial dan organisasi di lingkungan pusdiklat BC maupun di masyarakat sekitar
-aku bisa mendapatkan pekerjaan sambilan untuk meutupi kebutuhan-kebutuhanku selama disini, jadi orangtua ku bisa lebih fokus untuk membayar biaya sekolah adikku di SMA nanti
-aku bisa segera ditempatkan di kanwil BC yang terbaik untukku, kalau impianku sih sebenarnya antara DJBC pusat dan kanwil di jawa timur, tapi dimanapun aku ditempatkan, aku siap.
-aku bisa segera mendapatkan pekerjaan dan domisili yang tetap, sehingga aku bisa fokus mengurusi masalah keluarga
-kalau bisa sih segera menikah sebelum usia 25 -.- tapi kalau belum bisa pun gak masalah, asal gak jadi perjaka tua aja :P soal jodoh, well itu urusan Allah SWT ._.
-aku bisa menunaikan umrah dan haji bersama orang tua ku, punya rumah sendiri dan mapan. (amin.. :') )
-kalau udah lebih dari 10 tahun kerja, waktunya menambah bisnis sampingan sebagai modal usaha, jadi waktu aku pensiun atau tiba-tiba keluar, aku udah gak bingung lagi mau ngapain.
-selain itu, aku pingin bisa membahagiakan orangtua ku di hari tua mereka, dan bisa tetap dekat dan bersama mereka
-dan yang terakhir, aku pingin bisa meninggal dalam keadaan Khusnul Khotimah :)
semoga itu semua bisa aku wujudkan, amin.. :)

sekian postingan kali ini.
oh iya lupa :P
makasih ya yang udah mau lihat blog ini, dan tolong komentarnya
saya gak masalah di stalker, tapi tolong dong kasih jejak buat penulisnya :)
saya akan merasa tulisan saya dihargai jika anda mau komen, atau share blog ini.
meskipun kebanyakan blog ini tentang masalah pribadi saya , tapi saya kan gak pernah lupa ngasih amanat atau kata-kata mutiara di dalamnya.
dan juga makasih buat kakak-kakak seniorku, teman-teman seangkatan dan juga semuanya yang udah ngasih semangat buat aku :)
makasih banget, karena aku jadi tak terpuruk, dan semangat lagi berkat kalian semua.
dan, bye... :)

tunggu postingan saya berikutnya :D

Jumat, 18 Oktober 2013

Merantau

Nah, akhirnya saya bisa posting lagi
dekat juga ya dengan kemarin.
tapi ya udahlah gak masalah

suasana masih sama kayak kemarin, suram
malah tambah parah gara-gara tugas numpuk dan aku gak ada mood buat ngerjain
jangankan tugas, makan aja cuma sekali sehari
itupun kalau ada yg ngingetin buat makan
hidup sendiri dan jauh dari ortu itu emang berat
gak ada lagi suara-suara cerewet yang membangunkan aku tiap pagi
gak ada lagi orang yang nyuruh ini itu
dan gak ada lagi orang yang peduli walaupun aku gak makan, capek, sakit, bahkan mati sekalipun
lebay memang, tapi itu kenyataannya
sulit kalau masih awal-awal gini
apalagi diklatsar juga belum selesai, jadi gak ada waktu buat rileks dan nganggur
yang ada adalah hari-hari penuh tekanan di fisik dan mental
tapi ya udahlah, aku enjoy aja menjalani semua itu

suasana disini panas, pengap, gak akan bisa bertahan kalau gak ada kipas angin 15 menit aja
bahkan malam pun kipas angin masih bekerja
(pantes aja kipas angin di kos-kosan kakak tingkat sering ganti tiap 2-3 bulan sekali -.-)
orang-orang disini beda dari Malang, gak ramah, apatis dan kurang bisa menjaga ucapan
atau aku aja ya yang gak terbiasa sama bahasa "songong", "anjing", "kon**l", dan lainnya?
gak taulah, tapi yang jelas aku emang baru kali ini lihat orang-orang yang fasih banget buat ngucapin kata-kata itu.
makanan disini harganya 2-3 kali lipat harga di Malang, kadang sehari bisa habis 30 rb buat 3 kali makan
akhirnya biar hemat, aku sering cuma sarapan roti kecil, susu sm madu aja tiap pagi
itupun kalau aku gak keburu-buru
kadang malah gak makan sama sekali dari siang
apa-apa semuanya serba mahal, pernah aku ngeprint 3 lembar 8000an
potong rambut 10 ribu
dan masih banyak yang lain
yang jelas, kalau kiriman lagi di stop, yang bisa aku lakukan adalah nyari makanan gratis, entah itu numpang senior, entah itu minta roti punya teman, atau bahkan puasa Nabi Daud, meskipun tanpa niat terlebih dahulu
ini baru 3 minggu sih di Rawamangun, dari total 5 minggu sejak aku pergi dari Malang
2 minggu sebelumnya aku ospek dulu di Bintaro, Tangerang Selatan
disana suasananya gak seburuk disini
kayak di Malang malah
suasana sejuk atau paling gak lebih dingin dikit lah dari Rawamangun
makanan murah bertebaran, dan enak pula
gak kayak disini, temanku aja sampai sakit cuma gara-gara makan kari ayam
jadi aku juga harus extra hati-hati milih makanan
mending gak usah makan dulu aja daripada harus masuk RS gara-gara keracunan makanan
di Bintaro, kalau mau ke warteg, ke tempat fotokopian, ke warnet, semua serba dekat banget
cuma 50-100 meter udah nemu tuh semua itu
kalau bank, swalayan yg besar, mungkin cuma butuh 5-8 menit aja jalan kaki
kalau disini, semua serba jauh
ke swalayan besar harus naik bajaj, 4 KM dari kosan
ke warnet dan sebangsanya harus jalan 10 menit dulu
warteg ada juga yang dekat, tapi makanannya mengkhawatirkan, perlu tuh dimasukkin insert investigasi

yah, itulah perbedaannya secara suasana lingkungan
kalau soal kuliah, memang santai, sehari cuma dari jam 8 pagi sampai jam 1 siang
pelajaran juga serba santai karena hampir semuanya pelajaran hafalan
dosennya juga baik-baik, perhatian banget sama mahasiswanya
pokoknya jurusanku ini beda banget lah sama jurusan lain sebangsa Akuntansi, Pajak, Kebendaharaan Negara, dan lain-lain
di Bea Cukai, jarang sekali liat siswa kena DO
kalau gak karena kesalahan-kesalahan fatal seperti nilai IPK kurang dari 2,75 atau mencontek dan berbagai tindakan pelanggaran berat lain
nilai rendah aja jarang liat, karena dosen disini sangat baik kalau ngasih nilai
mungkin karena jumlah siswa disini yang gak sampai 150 orang
jadi mereka bisa lebih fokus ngurus mahasiswa tiap kelasnya
tapi, semua beda kalau masalah displin, fisik dan kebersamaan disini
semua serba teratur, gak ada yang boleh asal-asalan, walaupun cuma sekedar jalan aja
masuk harus hormat pada petugas piket di depan pintu gerbang dan tas harus dijinjing di tangan kiri
kalau salah dikit udah pasti dihukum push-up
setiap pagi ada apel, dan begitu pula ketika akan pulang
harus selalu siaga untuk hormat pada setiap dosen atau kakak tingkat yang lewat
pokoknya semua serba teratur dan disiplin sangat dijunjung tinggi
fisik? jangan ditanya
kami udah dituntut menghabiskan 2000 push up dalam waktu beberapa minggu aja
sehari bisa sampai lebih dari 300 push-up atau 600 kali shit-up, atau posisi kuda-kuda 30 menit lebih dan posisi lilin yang sangat menyiksa otot perut
tapi untungnya aku gak pernah sakit, dan juga gak pernah nyakit atau pura-pura sakit biar dikasihani
push up atau tes fisik yang lain juga jarang curi-curi, gak seperti kebanyakan teman-teman disini
dan aku gak pernah ngeluh, semua aku buat enjoy biar gak terasa berat
kalau liat angkatanku yang udah berkurang 10 orang sejak awal masuk sini, aku juga ngrasa aneh
ada yang alasan gak kuat fisik, gak tahan dibentak, gak suka pekerjaannya, gak suka semi militernya dan lain-lain
mereka gak sadar tah kalau untuk sekedar dapat kuliah disini, mereka udah menyisihkan 80 rb lebih orang se Indonesia.
dan semua orang tua begitu bangga kalau anaknya bisa disini
ortuku aja, gak usah cerita kanan-kiri udah dapat ucapan selamat dari banyak orang
dan lihat beliau cerita aja, aku udah bisa ngerti begitu bangganya mereka padaku
inilah hal yang dari dulu selalu aku inginkan dan merupakan impianku sejak SMP
gak nyangka juga aku bisa disini sekarang
meskipun aku udah ngorbanin banyak hal demi bisa masuk sini
kesenangan, kampung halaman, kehangatan kasih sayang orang tua, tempat kuliahku di poltek yang udah begitu nyaman, teman-teman dekatku dan beberapa orang yang aku sayangi
mereka semua aku tinggalin demi mewujudkan impian yang masih belum pasti ini
karena aku juga baru saja mulai kuliah
perjalananku disini masih panjang dan berliku
aku cuma berharap bisa kuat menjalani semua ini dan tentunya berharap bisa menghasilkan prestasi disini
aku udah jauh-jauh kesini dan meninggalkan semua hal yang berharga untukku (hingga salah satunya telah dicuri orang) demi semua ini
aku gak mau semua itu jadi sia-sia begitu saja
aku gak mau ngecewain harapan dan kebanggaan ortuku padaku

mungkin awal-awal ini sangat berat buat aku
semua terasa begitu susah buat dilalui
tapi aku yakin, seiring berjalannya waktu, semua pasti berakhir dengan indah :)
dan Bismillahir rohman nir rohim..
aku siap untuk menggapai semua mimpiku!

sekian, thanks for watching this post :)

Jumat, 14 September 2012

The College World Begin


Lama juga gak nulis blog..
Haha, tak apa..
Kadang-kadang aku sendiri juga malas nulis kalau lagi gak ada inspirasi..
Sekarang aku juga mulai sibuk dengan dunia kuliah..
sedikit info, saat ini aku berkuliah di D4-Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang..
universitas maupun jurusan yang aku pilih ini sebenarnya tak sesuai harapank ku semula..
aku akan lebih senang lagi jika bisa masuk UGM, UB ataupun UM..
tapi ya sudahlah, sudah terlanjur..
mungkin ini memang yang terbaik buatku..
Well, terbaik buat aku bukan berarti terbaik untuk hubunganku..
aku dan sahabatku harus terpisah karena kami berkuliah di universitas yang berbeda..
dia berkuliah di Universitas Brawijaya jurusan Geofisika..
jurusan yang dia tempuh saat ini sebenarnya merupakan salah satu pilihanku di ujian SNMPTN yang telah aku ikuti dulu..
tapi nasib berkata lain..
aku tak lulus SNMPTN hanya gara-gara tidak menulis kode soal tes potensi akademik (TPA)..
memalukan bukan?
andai tak melakukan kesalahan fatal semacam itu, hampir bisa dipastikan aku bakal satu jurusan dan satu universitas dengan dia..
dan aku tak perlu galau seperti saat ini..
yeah, hidupku memang penuh kegalauan….
Setelah libur selama 1 bulan lebih sambil menunggu masa OSPEK, akhirnya waktu itu datang juga..
aku pertama masuk masa-masa kuliah pada hari selasa (28 Agustus 2012) untuk melakukan tes urin dan mencatat riwayat kesehatan..
oke, tak ada yang special kecuali kesalahanku menuliskan sakit bronchitis pada daftar riwayat kesehatan..
aku juga sempat dimarahi ortuku gara-gara hal itu..
tapi setelah aku jelaskan bahwa itu masih bisa diubah, mereka akhirnya bisa mengerti..
Esok harinya aku libur lagi, dan baru pada hari kamis (30 Agustus 2012) aku masuk untuk mengikuti upacara penerimaan mahasiswa baru dan mengikuti kegiatan-kegiatan di dalamnya seperti misalnya pembukaan EXPO UKM HMJ polinema..
kegiatan berjalan membosankan..
aku tak terlalu antusias mengikutinya atau memang sebenarnya aku gak mau ikut..?
aku rasa kedua hal itu sama saja..
memang bagiku tak ada yang special..
aku justru lebih senang menganggur di rumah atau berlibur bersama teman-temanku lagi seperti waktu liburan kemarin..
tapi yang lebih membuat aku lebih tidak antusias adalah karena tak ada teman yang bisa aku ajak bicara disana, tak ada sahabatku Ryan, maupun teman-teman SMA yang aku temui..
kalaupun ada, itu pasti Harly maupun Silvy yang satu jurusan denganku, namun tak cukup akrab denganku ketika SMA..
aku juga makin malas lantaran ketika akan pulang, kami semua dikumpulkan di satu tempat, kemudian diteriaki dan dicaci-maki habis-habisan..
haah, siap-siap saja untuk neraka di esok hari, pikirku..
bagaimanapun, semua itu harus dijalani bukan?
hari itu kegiatan seharusnya ditutup pada pukul 15.00, namun kemudian menjadi semakin sore karena harus membahas perlengkapan yang akan dibawa untuk hari besok..
disini aku terpaksa harus berinteraksi dengan teman-teman baru yang sama sekali tidak aku kenal sebelumnya..
setelah semua selesai (atau tepatnya baru setengahnya saja yang selesai), aku pun bergegas pulang dengan menaiki angkutan umum..
dan aku sampai di rumah pukul 18.30..
hahh, hari yang melelahkan…
Tapi aku tak menyangka besoknya malah jauh lebih lelah lagi..
memang, awalnya aku berpikir kegiatan pra study yang aku ikuti hari jum’at dan sabtu (31 Agustus dan 1 September 2012) ini hanya berupa pengenalan terhadap jurusan Teknik Sipil dan berbagai materi pelajaran yang akan aku hadapi saja..
tetapi kakak tingkat jurusan ternyata berpikiran lain..
caci makian dan gojlokan yang dilontarkan mereka benar-benar menguji mentalku..
belum lagi tugas-tugas berat yang mereka bebankan padaku dan semua anak jurusan teknik sipil..
benar-benar diluar logika..
tugas individu saja sudah begitu berat, mulai dari membuat gambar model jembatan hingga kliping artikel tentang teknik sipil..
kemudian tugas kelompok yang gila: membuat makalah 50 halaman tentang metode pembuatan dermaga..
belum lagi perlengkapan-perlengkapan yang harus aku bawa yang sulit untuk dicari dan malas untuk aku buat, seperti misalnya membuat topi, ID card, ikat kepala, hingga tas ransel dari kain tepung..
serta mempersiapkan makanan-makanan dengan teka-teki aneh yang harus kami pecahkan..
dan semua itu harus selesai keesokan harinya!!
aku yakin, semua itu memang disengaja agar kami semua tak dapat mengerjakan semua tugas itu secara lengkap..
buktinya, salah ataupun benar, mengerjakan ataupun tidak, kami tetap dihukum bersama-sama..
disini aku sempat patah semangat, aku sempat putus asa..
aku benar-benar merasa menyesal telah masuk polinema..
ketika aku pulang ke rumah, yang ada dalam dadaku hanyalah beban..
ketika aku berjalan melewati kampus Universitas Brawijaya, kampus sebelah yang megah, aku sempat berpapasan dengan Dito, orang yang pernah ada masalah denganku waktu SMA dulu, dan betapa malunya saat dia menatapku..
orang bodoh macam apa aku, sampai harus terdampar di polinema ini..
mungkin begitu pikirnya..
tapi dalam pikiranku aku merasa begitu ingin bisa berkuliah di Universitas Brawijaya bersama teman-temanku yang lain, apalagi bisa satu jurusan bersama salah satu dari mereka..
hmph….
aku benar-benar galau saat itu..
karena itu, ketika aku sampai rumah, aku lampiaskan semua emosi, kecewa, letih, sedih yang terkumpul di hatiku..
aku teteskan air mataku dan berteriak untuk mengusir rasa galauku..
aku merasa tak semangat sama sekali saat itu..
untungnya orang tuaku mengingatkan aku bahwa inilah yang disebut kehidupan itu, memang selalu ada suka dan duka yang harus dihadapi dalam setiap langkahku.
kemudian mereka memotivasiku dan membuat semangatku sedikit bertambah..
tapi karena aku merasa masih sangat galau, aku putuskan untuk pergi ke rumah sahabatku pada malam harinya, sekalian mencari bahan untuk tugas besok..
dan dengan bertemu sebentar dengannya saja, dengan sedikit curhat disana-sini, aku bisa kembali semangat dan rasa galauku menjadi hilang..
ketika pulang dari rumahnya, semua rasa yang bercampur aduk dalam hatiku, yang membebani nafasku sehari tadi akhirnya hilang dan berganti dengan rasa semangat..
aku akhirnya menyelesaikan tugasku untuk pra study hari kedua dan optimis menghadapi keesokan harinya..
ketika dalam satu kesempatan, aku sempat kehilangan semangat karena rasa lelah yang rasakan dan cacian dari kakak tingkat, aku sempat tertunduk ke bawah dan memejamkan mata, sambil berdoa kepada Allah SWT meminta diberikan semangat..

akhirnya hari yang melelahkan itu diakhiri dengan “ritual” tanah lempung..
hal ini cukup menggelikan karena kami semua diharuskan berhadap-hadapan satu sama lain, menatap muka-muka lelah dari seorang maba di depanku dan kemudian mengusap tanah lempung di muka, lengan dan kakinya..
dan karena tanah lempung itu cepat mengeras, maka sepulangnya aku harus membersihkan wajahku dengan air terlebih dahulu..
sebelum pulang, terlebih dahulu kami semua dibawa ke bengkel baru dan akhirnya disuruh memejamkan mata..
kakak tingkat kami kemudian menyampaikan kata-kata tentang orang tua kami masing-masing, dan hal itu membuatku meneteskan air mata, karena membayangkan hasil kerja keras yang dilakukan oleh orang tuaku selama ini, dan aku belum sempat membalas semua usaha yang orang tuaku lakukan untukku..
setelah kami semua disuruh membuka mata, kemudian semua kakak tingkat yang selama 2 hari ini membentak dan mencaci maki kami memperkenalkan diri mereka masing-masing dan menyampaikan permohonan maaf mereka..
dan aku memaafkan mereka dengan rasa tulus dan ikhlas..
aku membayangkan, pasti mereka dulu juga merasakan semua yang kami rasakan ini..

setelah 3 hari yang melelahkan itu, aku masih harus mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan di Rindam selama satu minggu..
yang terbersit dalam pikiranku adalah, gila sekali aku harus menghabiskan waktu selama itu di tempat yang membosankan, dan jauh dari orang tua serta orang-orang yang aku sayangi..
tapi aku menyadari bahwa aku memang harus menjalani semua itu..
pada hari minggu, tanggal 2 September 2012 pagi, aku berangkat diantar ayahku membawa sebuah tas serta sebuah koper besar tempatku menaruh baju-baju serta perlengkapan lain untuk kebutuhan selama 1 minggu..
dengan kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih (meskipun pada malam harinya aku telah dipijit dengan penuh kasih sayang oleh ibuku) aku mengikuti kegiatan pada pagi itu..
dan kurang lebih pukul 8.00 pagi aku berangkat dari polinema menuju rindam dengan menaiki truk tentara..
meninggalkan HP.ku di rumah..
meninggalkan keluargaku..
meninggalkan kehidupan diluar sana..
meninggalkan orang-orang yang aku sayangi..

Sebenarnya terlalu alay kata-kataku diatas jika melihat kenyataan yang aku dapat selama disana..
memang, pada hari-hari awal aku begitu merindukan keluargaku dan itu membuatku sulit tidur..
jelas aku sangat galau jika memikirkan kapan aku pulang, karena masih beberapa hari lagi aku berada disana..
maka akupun mencoba berpikir positif untuk mengurangi rasa jenuhku disana..
aku berusaha mengenal teman satu kompi dan satu barak yang semuanya adalah laki-laki dan berbincang-bincang dengan mereka..
karena merekalah aku bisa sejenak melupakan kegalauanku..
dari merekalah aku belajar rasa kebersamaan dan mengerti pentingnya persahabatan..
merekalah temanku untuk bercerita dan tertawa bersama, menghilangkan segala kepenatan yang aku rasakan..
suatu hal yang selama ini jarang aku rasakan
meskipun begitu, rasa rinduku pada orang-orang yang aku sayangi tetaplah besar..
tidak terasa, sudah 1 minggu aku berada disana, dan pada tanggal 8 September 2012 aku pulang dari Rindam menuju polinema..
dan setelah sampai di rumah, aku merasa sangat merdeka, sangat senang sekali karena telah melewati ujian selama 1 minggu ini..
dan dunia kuliahku pun telah dimulai…

Some Day Before Final Exam


Some Day Before The Final Exam


Hm…
ini hari apa ya?
Sabtu?
memang….
tapi ini bukan sekedar hari sabtu, akhir pekan seperti hari-hari biasa yang lain..
tidak jika kau tahu hari apa besok lusa.
Senin, aku sudah harus menghadapi ujian akhir nasional..
ngeri benar membayangkannya..
1 bulan yang lalu, aku masih santai, masih bisa sering-sering keluar tiap hari minggu..
1 tahun yang lalu, seakan tanpa beban, seperti hari-hari biasa saja..
Tapi itu dulu, sekarang mau tak mau aku harus menghadapinya..
so, 2 hari ini benar-benar terasa singkat untukku..
Terbayang UAN sudah dekat sekali di depanku..
bagai sebuah tembok besar, menunggu untuk dipanjat, digapai puncaknya..
meskipun penuh rintangan dan halangan untuk melewatinya, tapi tak ada jalan yang lain selain menempuhnya dan menyelesaikan tiap rintangan demi rintangan yang ada..

Oke, akan aku beritahu seberapa siap aku sekarang..



2 hari sebelum ujian Bahasa Indonesia:
-belum bisa soal-soal hikayat
-belum bisa nyari inti kalimat
-belum belajar soal-soal try out Bahasa Indonesia dari diknas maupun soal-soal lain tentang Bahasa Indonesia
Aku terkesan meremehkan ya?
tapi aku emang bingung banget mau belajar apa kalo nghadapi pelajaran ini..
secara, ini bahasa negaraku sendiri..
karena itu, targetku gak muluk-muluk, cukup 90 saja..
tapi kalau bisa, aku ingin mecahin rekor dengan dapet nilai 100 di ujian pelajaran ini..
Amin……

3 hari sebelum ujian Bhs Inggris:
-belum belajar soal-soal try out diknas
-belum belajar listening
-belum nghafalin tenses-tenses
Sebenarnya kalau dibilang meremehkan, nggak juga….
aku emang gak pernah belajar tiap ada ujian pelajaran ini..
dan aku selalu dapat hasil bagus..
makanya aku berani narget dapat nilai 100, karena aku antusias tiap ada pelajaran ini, dan selalu semangat tiap ujian..
aku pasti bisa dapat nilai terbaik di pelajaran ini..
Amin…….

3 hari sebelum ujian Fisika:
-aku belum hafal 40% rumus-rumus fisika
-belum bisa ngerjakan soal-soal bab listrik
-belum bisa ngerjakan soal-soal fisika yang dikasih bu okta, guru fisika ku..
-belum nyiapin mentalku untuk menghadapi ujian fisika
Aku emang selalu dapat nilai jelek tiap pelajaran fisika..
maklum, selain gurunya killer, aku juga emang gak begitu pinter pelajaran ini..
karena itu, semua orang kaget waktu aku bilang pingin dapet 100 di pelajaran fisika..
aneh mungkin, terlalu ambisius..
tapi aku yakin aku bisa..
aku yakin bisa menghadapi pelajaran ini..
aku pasti bisa dapat nilai 100, dan menjawab keraguan semua orang padaku..
bahwa aku, bisa dapat 100 di pelajaran fisika..
Amin…..

4 hari sebelum ujian mat:
-belum bisa ngerjakan soal-soal bab limit, trigonometri, integral, dimensi tiga, vector, dan masih banyak lagi
-belum hafal rumus-rumus semua bab
-belum siap mental buat ujian mat
Bisa dibilang aku benar-benar hancur di pelajaran ini..
kalau aja bisa, aku pasti minta buat ngilangin pelajaran matematika dari ujian nasional..
tapi gimanapun, pelajaran ini mesti aja ada..
padahal dari dulu aku gak begitu suka dan gak begitu bisa..
bisa dibilang, dapat nilai matematika diatas 80 itu sudah luar biasa..
tapi aku ingin lebih baik lagi dari itu..
aku akan berusaha..
aku pasti bisa mematahkan keraguanku, dan mendapat nilai yang terbaik di pelajaran ini..
Amin…….

5 hari sebelum ujian biologi:
-belum ngerjakan soal-soal biologi yang aku punya
-belum bisa bab hereditas dan bioteknologi
-belum mempelajari soal- soal dan materi yang ada di buku-buku biologi ku mulai kelas 1-3
Mungkin aku memang meremehkan pelajaran ini..
hingga hasil try out biologiku mesti jelek, gak pernah dapat sesuai dengan harapanku..
targetku biologi dapat 90, dan aku pasti bisa merealisasikannya..
Amin……

5 hari sebelum ujian kimia:
-belum ngerjakan soal-soal kimia
-belum bisa bab sifat koligatif, dan belum hafal materi-materi kimia unsure
-belum mempelajari soal-soal dan materi kimia di buku-buku kimia ku
Pelajaran kimia aku harapkan bisa seperti fisika..
bisa dapat nilai 100, seperti yang selalu ku inginkan..
Agak mustahil kalau dilihat dari hasil-hasil try outku sebelumnya..
tapi aku sudah mempelajari kelemahan-kelemahanku pada try out-try out itu..
karena itu aku yakin bisa dapat hasil yang terbaik..
semoga saja aku bisa mendapatkan nilai 100 sesuai harapanku..
Amin……

Emang rasanya gak terasa ya…
3 tahun di SMA ini begitu indah..
aku sebenarnya masih ingin menikmati masa-masa indah ini..
tapi aku harus segera pergi dari sini, untuk melanjutkan langkahku menuju masa depan..
Aku tutup buku ku untuk sementara, pergi keluar rumah dan berteriak..
Aku pasti bisa dapat hasil yang terbaik di ujian ini..
Aku pasti bisa dapat hasil yang lebih baik dari harapan semua orang..
Karena aku harus membahagiakan orang tuaku..
Dan karena aku bisa..
Aku pasti bisa mendapatkan kesuksesan itu..
Amin ya Allah…….

Selasa, 20 Maret 2012

Parental-dehid

Hari ini (tepatnya kemarin, karena aku baru nulis keesokan harinya), aku ada training ESQ di sekolah..
pikirku dari kemarin adalah:
pasti disana nanti bakal penuh isak tangis..
dan aku gak akan mau nangis, biar gak keliatan bodoh di depan orang tua ku..

jadi aku jalani saja hari itu seperti biasa..
pagi itu cuacanya hujan gerimis..
cuaca yang gak bersahabat ini tidak menyurutkan langkahku menuju sekolah..
aku berangkat agak siang, hingga hampir telat..
waktu sudah menunjukkan pukul setengah 7, dan itu artinya 15 menit lagi pelajaran akan segera dimulai..
tetapi jam segitu, aku masih ada di rumah..
well, aku gak telat memang....
perjalanan dari rumah ke sekolah, jika ditempuh menggunakan sepeda motor, memang gak sampai 15 menit..
tapi tetap saja, sebenarnya aku pingin sekali berangkat pagi..

sampai di sekolah, suasana sudah ramai..
aku segera memarkir sepedaku, kemudian bergegas mencari tempat berteduh..
pelajaran pertama hari ini bahasa inggris, di lab bahasa..
sedikit antusias karena ini pelajaran kesukaanku..

pelajaran pada hari ini hanya sampai jam kedua saja..
artinya setelah pelajaran bahasa inggris, aku dan teman-teman harus segera ke aula untuk training ESQ..
awalnya aku ogah-ogahan juga buat masuk..
pikirku: acaranya pasti bakal membosankan..
yah, meskipun seperti itu, aku tetap masuk ke aula bersama teman-temanku..

di dalam..
suasananya begitu gaduh dan ramai..
keramaian sedikit mereda waktu panitia menenangkan para siswa dan memisahkan barisan siswa cowok dan cewek..
kemudian acaranya pun dimulai..
kepala sekolahku memberikan sambutan singkat..
beliau memberi cerita tentang pengalamannya ketika pergi ke desa..
disana, beliau melihat seorang petani dan puluhan itik peliharaannya..
kata beliau: itik saja bisa diatur, kenapa kalian tidak?
padahal kalian lebih terpelajar daripada itik..
well, itu sedikit makjlebb..

setelah itu trainer ESQ memulai acara..
sesi pertama diisi dengan motivation training..
meskipun sedikit GJ di awal, tapi aku begitu antusias menikmati sesi ini..
aku sedikit tersentuh ketika trainer tersebut menceritakan kisah beberapa orang yang melalui sukses sejak dini..
dua orang, yang diceritakan, kemudian gambarnya ditampilkan di layar, membuatku bertanya dalam hati:
"apa aku bisa sesukses mereka?"
kenyataanya, kedua orang itu hidup dari keluarga yang kekurangan..
tapi mereka sukses di usia muda berkat usaha dan kerja keras mereka sendiri..
akhirnya mereka bisa meraih kesuksesan di usianya yang masih muda..
aku berangan-angan andai aku seperti mereka..

pikiranku sejenak menerawang, memutar kisah-kisahku di SMA ku ini..
orang tua ku pun sebenarnya tak terlalu berharap aku bisa meraih sukses disini..
karena SMA ku sejak dulu terkenal sebagai sekolah tempat anak-anak nakal..
mereka takut aku bakal terkena kebiasaan buruk dari teman-temanku dan menjadi liar..
dan aku menjawab ketakutan mereka dengan harapan kecil..
sewaktu aku mengikuti beberapa try out, olimpiade dan tes-tes lain..
hasilnya tidak buruk..
beberapa sertifikat peserta aku raih..
dan yang sedikit membanggakan, ketika aku melaju hingga babak perempat final olimpiade statistika ITS..
itu semua aku lakukan agar aku tidak dicap anak nakal oleh orang tuaku...
semua aku lakukan agar aku tetap "dianggap ada" oleh orang tuaku..
dan aku, sampai hari ini, masih mematuhi kata-kata mereka untuk tidak merokok atau minum-minuman keras..
(meskipun lingkunganku sebenarnya sama sekali tidak mendukung..)
kemudian, aku tersentak sewaktu teman sebelahku menegur, "hei, nglamun saja..
ayo berdiri.."
aku bingung, kenapa teman-temanku berdiri semua..
ternyata trainer kemudian memutar lagu, yang kebetulan lagu kesukaanku..
Tipe X - Kamu Nggak Sendirian
lagu bernuansa ska ini membuat kami bersemangat..
dan lagu sederhana ini terasa sangat berarti bagiku..

beberapa bait dari lagu ini..

"Dengarkan dan rasakan..
lagu yang kuciptakan untukmu..
walau mungkin terdengar gak merdu..
tapi hanya untukmu..

Kita pernah bersama disini..
lalui hari penuh warna-warni..
meski tak seindah pelangi..
tapi kita pernah bermimpi

Percayalah padaku, meski di gelap malam..
kamu nggak sendirian..
dan semua bintang yang ku tinggalkan temani kau sampai akhir malam.."

kata-kata tersebut sangat berarti untukku..
apalagi ketika menyanyikan lagu itu, aku dan teman-temanku saling berangkulan..
bersama-sama menari..

rasanya aku benar-benar nggak sendirian..
aku, yang pemalu ini, sejak dulu merasa sendirian dan gak punya teman..
tapi di SMA ini aku menemukan suatu masa yang indah karena teman-teman disampingku..
ingin rasanya masa-masa seperti ini tak pernah berakhir..
tapi terlambat rasanya kalau aku mengatakan itu sekarang..
kini aku hampir mendekati kelulusan..
itu berarti beberapa bulan lagi mungkin aku akan meninggalkan sekolah ini..

tak terasa sesi pertama selesai, kini saatnya istirahat..
aku dan teman-teman sempat membeli makanan sebentar untuk sekedar mengisi perut kami yang lapar..
setelah selesai, kami bergegas menuju mushola untuk menunaikan shalat dhuhur..
dan kemudian menuju ke aula kembali..
sesi kedua akhirnya dimulai..
trainer kali ini berbeda dengan tadi..
karena materi yang dibawakan pun berbeda..
jika tadi banyak diisi dengan motivasi dan semangat, sesi kedua ini banyak membahas perasaan dan terasa lebih personal..

kata-kata trainer begitu menyentuh hatiku..
aku merasa sangat bersalah pada orangtuaku..
aku telah banyak menyusahkan mereka..
aku telah banyak mengecewakan mereka..
aku benar-benar tak ingin melakukan semua itu lagi..
aku ingin membuat orang tuaku bahagia, agar mereka tahu bahwa aku benar-benar mencintai mereka...
sebelum semua terlambat bagiku..

tak terasa, air mataku menetes..
semakin lama, semakin deras membasahi pipiku..
aku teringat semua kesalahan-kesalahan yang pernah aku perbuat kepada mereka..
aku merasa sama sekali belum bisa membahagiakan mereka..

ditengah air mata yang terus menetes, aku berusaha menghilangkan semua rasa kecewaku pada mereka..
beberapa kali aku memang sempat kecewa, dan menangis karena mereka..
tapi kali ini tangisanku lebih karena kekecewaanku pada diri sendiri..
yang gak pernah bisa bikin mereka bahagia..

sesi ini mendekati akhir ketika para wali murid dipersilahkan masuk..
dan kami semua, diharuskan mencari orang tua masing-masing untuk meminta maaf kepadanya..
aku segera bergegas keluar dan mencari orang tuaku..
aku menuju kerumunan wali murid di depan pintu aula..
aku mencari ibuku, yang kemarin berjanji akan datang ke acara ini..

aku berusaha mencari ibu ditengah kerumunan banyak orang..
aku menerobos kerumunan dengan air mata di pipiku..
kulihat beberapa temanku di dekat pintu, juga mencari ibunya masing-masing..
semakin banyak wali murid yang ada di dalam..
tapi tak kunjung kutemukan ibuku..
aku mulai panik..
dengan langkah gontai aku kembali ke tempat duduk ku tadi..
aku berpikir, mungkin ibuku tidak bisa kemari saat ini..
tapi aku benar-benar ingin beliau ada di sini saat ini..
aku menangis sejadi-jadinya saat itu...

saat itulah, aku rasa ada yang memegang bahuku..
saat aku menoleh kebelakang, mencari tahu siapa orang itu..
aku menangis, tapi bahagia..
ternyata itu ibuku...
aku segera menangis sambil memeluknya....

dan ketika itu pula, aku mengucapkan janji..
aku akan lulus dalam ujian nasional tahun ini dengan nilai terbaik..
sebagai hadiah ulang tahun ayahku pada tanggal 7 april nanti..

akhirnya sesi ini ditutup dengan doa..
dan aku benar-benar senang ibu mau datang ke acara ini..
sepulang dari acara ini, aku diajak ibu makan bakso bakar di salah satu SMP dekat sekolahku..
aku benar-benar enjoy untuk menikmati hari ini bersama ibuku..

aku benar-benar senang hari ini..
aku ingin kebersamaanku dengan orang tuaku dapat terus seperti ini..
aku cinta orang tuaku..

apapun hal menyakitkan yang pernah orang tua lakukan pada kita, jangan pernah kita simpan sebagai sebuah dendam di hati kita..
ikhlaskanlah, dan maafkan kesalahan mereka..
sayangi mereka, seperti mereka menyayangi kita sewaktu kecil...

Gambar

Gambar

._.

._.